Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa
BANDUNG, iNews.id – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menggratiskan biaya sekolah swasta bagi 78.000 calon murid yang tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) menemui jalan buntu.
Skema bantuan dana yang ditawarkan pemerintah ditolak mentah-mentah oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jawa Barat karena dinilai tidak relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Organisasi yang menaungi seluruh yayasan sekolah swasta ini menegaskan bahwa angka yang ditawarkan pemerintah pusat daerah tersebut sangat tidak masuk akal untuk menopang biaya operasional sekolah swasta yang bermutu.
“Bantuan SPP Rp100.000 per bulan dianggap jauh dari kata cukup untuk membayar gaji guru honorer, perawatan fasilitas, dan kegiatan belajar mengajar yang layak,” kata Ketua BMPS Jabar, Agus Sriyanta, Jumat (19/6/2026).
Jika sekolah swasta dipaksa menggratiskan siswa tanpa subsidi yang sepadan, kata dia, hal itu dinilai sama saja dengan membunuh kualitas pendidikan swasta secara perlahan.
Tak hanya menolak nominal subsidi, BMPS Jabar juga membongkar fakta mengejutkan sekaligus membantah klaim sepihak Pemprov Jabar yang menyebut ratusan sekolah sudah menyatakan bergabung.
"Kami membantah klaim Pemprov yang menyatakan sudah ada 751 sekolah swasta yang setuju bekerja sama. Hingga detik ini, belum ada kesepakatan resmi hitam di atas putih. Bahkan, kami sebagai asosiasi induk yang menaungi sekolah-sekolah swasta ini belum pernah diajak duduk bersama untuk berdiskusi merumuskan skema anggaran tersebut," kata Agus.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto mengatakan, usulan bantuan bagi sekolah swasta merupakan langkah mitigasi membeludaknya siswa yang tersingkir dari jalur SPMB.
“Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalokasikan dana bantuan tunai sebesar Rp1,5 juta per siswa. Selain itu, bantuan iuran bulanan sebesar Rp100.000 per siswa per bulan,” katanya.
Disdik juga melarang sekolah swasta yang bergabung dalam program ini memungut biaya tambahan apa pun dari orang tua murid.
"Kami mencatat sudah ada sebanyak 751 sekolah swasta di Jawa Barat yang mengajukan diri untuk ikut serta menyukseskan program sekolah swasta gratis ini. Ini komitmen kami agar anak-anak tidak putus sekolah," kata Purwanto.









