Polisi dan Subdenpom Labuhanbatu Dalami Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Warga

Polisi dan Subdenpom Labuhanbatu Dalami Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Warga

Nasional | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 02:45
share

LABUHANBATU UTARA, iNews.id – Polisi bersama Subdenpom Rantauprapat masih mendalami dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang warga berinisial LD Hutabarat tewas di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Kasus ini menjadi perhatian setelah muncul dugaan keterlibatan empat petugas pengawas dan keamanan PT Agrinas Palma Nusantara, termasuk dua orang yang diduga anggota TNI.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban guna memastikan penyebab pasti kematian. Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi untuk mengungkap fakta-fakta dalam peristiwa tersebut.

"Kronologi berawal dari dugaan adanya pencurian buah sawit kemudian dilakukan pengejaran oleh sekuriti perusahaan kemudian mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia dan sudah kita lakukan terhadap 10 orang saksi, empat di antaranya dari petugas keamanan perusahaan," ujar AKBP Wahyu Endrajaya.

Dia menyampaikan, penyelidikan masih berlangsung, termasuk pendalaman terhadap informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan bersama Subdenpom Rantauprapat untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai kewenangan masing-masing institusi.

"Sementara kita masih lakukan pemeriksaan didampingi Subdenpom Labuhanbatu. Nanti hasil pemeriksaan dan penetapan tersangka kita informasikan lebih lanjut karena hari ini masih pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya, keluarga korban menduga LD Hutabarat diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan empat petugas pengawas dan keamanan perusahaan. Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (16/6/2026) saat korban berada di lokasi penimbangan buah kelapa sawit di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru.

Keluarga korban juga menduga dua dari empat terduga pelaku merupakan anggota TNI aktif yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) di perusahaan tersebut.

"Menantu saya ini dikeroyok oknum TNI. Dia berpakaian preman," kata Ramlan Nainggolan, keluarga korban.

Sementara itu, Humas PT Agrinas Palma Nusantara, Hendri, membantah tudingan adanya penganiayaan yang dilakukan pihak perusahaan.

"Tidak ada penganiayaan, dua orang kami amankan ke mess untuk diinterogasi dan sekarang sudah bebas dua orang itu," ujar Hendri.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan melanjutkan pemeriksaan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Topik Menarik