Gempa Dahsyat M 6,7 di Palu, Warga Panik Berhamburan hingga Pasien RS Dievakuasi
JAKARTA, iNews.id – Gempa dahsyat dengan magnitude 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pagi, mengakibatkan kepanikan luar biasa warga yang sedang beraktivitas.
Gempa yang terjadi pada pukul 10.27 WIB itu dirasakan sangat kuat oleh warga.
“Aku di sigi kelapa gading, ya allah gede bangetttt ini aku ampe susah lari saking gedenya,” tulis Tatha, warga Sigi dalam cuitannya di akun X @myouretypical.
Mereka juga trauma dengan gempa besar yang sebelumnya terjadi pada 2018 hingga memicu tsunami dan likuifaksi. “Trauma 2018, pas banget lagi pulang ke Palu,@ tulis pemilik akun spidmine @favorraff.
Selain membuat panik dan trauma warga, kerasnya guncang gempa juga memaksa pasien rumah sakit dievakuasi ke luar ruang perawatan. Mereka kini dirawat di halaman dan selasar yang aman dari ancaman reruntuhan bangunan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” ucapnya.
Hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault) atau oblique normal,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi sekitar 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala MMI VI–VII di Palu, V–VI di Sigi, III di Polewali Mandar, Mamasa, dan Mamuju, II–III di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Majene, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Luwu Utara, serta III di Pasangkayu dan II di Wajo.










