Unik! Sambut Tahun Baru Islam, Bocah Rambut Gimbal di Banjarnegara Diruwat
BANJARNEGARA, iNews.id – Beragam tradisi unik digelar oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, warga menggelar ritual sakral atau tradisi ruwatan rambut gimbal sebagai simbol penyucian diri dan harapan keselamatan memasuki tahun yang baru.
Suasana khidmat dan sakral menyelimuti prosesi pencukuran rambut gimbal yang digelar di Kecamatan Madukara, Banjarnegara. Ritual budaya yang bernuansa magis ini diikuti oleh seorang anak perempuan pembawa rambut gimbal bernama Aswa Hanun Safira.
Bagi masyarakat di dataran tinggi Dieng dan sekitarnya, fenomena rambut gimbal pada anak-anak bukan sekadar masalah medis atau kejadian biasa. Rambut gimbal ini dipercaya sebagai titipan atau garis turunan dari leluhur yang telah dijaga secara turun-temurun.
Oleh karena itu, prosesi pemotongannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus dilaksanakan melalui ritual khusus yang penuh pertimbangan, serta bertepatan dengan hari-hari sakral, salah satunya pada momentum malam satu Suro atau 1 Muharram.
Minta Seekor Sapi Cokelat
Ada satu pakem yang tidak boleh dilanggar dalam tradisi ini. Sebelum prosesi pemotongan rambut dilakukan, orang tua atau pihak keluarga wajib memenuhi apa pun permintaan atau amanah dari sang anak tanpa terkecuali. Jika tidak dipenuhi, dipercaya rambut gimbal tersebut akan tumbuh kembali atau sang anak akan jatuh sakit.
"Pada ritual kali ini, anak kami meminta syarat yang cukup unik, yaitu meminta seekor sapi berwarna cokelat. Alhamdulillah, semua permintaannya bisa kami penuhi sebelum acara ritual pencukuran dimulai," ujar Gino, orang tua dari anak berambut gimbal tersebut, Selasa (16/6/2026).
Saat prosesi dimulai, helai demi helai rambut gimbal milik Aswa dipotong secara perlahan oleh sesepuh adat setempat. Suasana haru langsung menyelimuti pihak keluarga dan warga sekitar yang memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya ruwatan.
Bagi warga setempat, tradisi memotong rambut gimbal di awal bulan Muharram ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam yakni, simbol membuang kesialan (sengkolo) dan membersihkan diri dari energi negatif. Selain itu, menjadi simbol membuka lembaran hidup yang baru yang lebih suci, serta media spiritual untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, kedamaian, dan keselamatan sepanjang tahun ke depan.










