Perbanas Putra dan UBAYA Putri Pecah Telur, Juara Perdana Campus League Basketball 2026
JAKARTA, iNews.id – Campus League Basketball Season 1 2026 resmi berakhir. Tim Putra Institut Perbanas dan Tim Putri Universitas Surabaya keluar sebagai juara perdana kompetisi basket mahasiswa nasional yang digelar di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6/2026).
Tim Putra Institut Perbanas merebut gelar juara usai menaklukkan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan skor dramatis 47-45 pada partai The Nationals Final. Laga berlangsung ketat hingga babak overtime dan ditentukan pada detik-detik krusial.
Sementara dari sektor putri, Universitas Surabaya tampil sebagai kampiun setelah menumbangkan Soegijapranata Catholic University dengan skor 59-51. Kemenangan ini mengukuhkan UBAYA sebagai kampus pertama yang menjuarai Campus League Basketball Season 1 2026 sektor putri.
Gelar juara Perbanas dan UBAYA sekaligus menutup perjalanan panjang musim perdana Campus League Basketball yang telah berlangsung sejak April 2026. Kompetisi ini mempertemukan ratusan student-athlete dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebelum mencapai babak nasional, fase regional digelar di lima kota, yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta–Tangerang. Format regional menuju The Nationals menjadi pembeda utama Campus League dibanding kompetisi basket mahasiswa sebelumnya.
Campus League Basketball Season 1 2026 menjadi kompetisi basket mahasiswa nasional pertama yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang. Selama hampir tiga bulan, para student-athlete bertanding membawa nama kampus dan almamater, sekaligus mengasah mental kompetisi di level nasional.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menilai musim pertama menjadi fondasi penting bagi masa depan olahraga kampus Indonesia. Dia memberi apresiasi kepada para juara sekaligus menyemangati tim lain agar terus berkembang.
"Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang paling penting adalah membangun fondasi. Kami melihat antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan berbagai pihak yang terlibat sangat besar. Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, tapi sudah ada indikator olahraga kampus di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan apabila dibangun secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Ryan.
Menurut Ryan, Campus League hadir sebagai ruang tumbuh student-athlete, tidak hanya dari sisi prestasi. "Kami percaya olahraga kampus tidak hanya menghasilkan atlet. Ia membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan berbagai keterampilan hidup yang akan dibawa mahasiswa setelah mereka lulus," kata dia.
Campus League dibangun di atas tiga pilar utama, Athleticism, Academics, dan Affinity, yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Pendekatan ini mendorong keseimbangan prestasi olahraga, akademik, dan sosial.
Dukungan terhadap Campus League juga datang dari Polytron. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyebut nilai-nilai kompetisi sejalan dengan misi Polytron dalam membentuk generasi muda adaptif dan inovatif.
“Selaras dengan visi dan misi Polytron yang ingin menjadi perusahaan penuh inovasi dan senantiasa beradaptasi terhadap perkembangan zaman, kami setia mendukung Campus League sebagai wadah bagi para student-athlete untuk tidak hanya berprestasi tapai juga berkreasi menunjukkan kemampuannya sehingga menjadi generasi yang lebih baik di masa mendatang,” tutur Tekno.
Keberhasilan musim perdana ini juga membuka jalan bagi pengembangan cabang olahraga lain. Selain basket, Campus League menjadwalkan kompetisi badminton dan futsal, sebelum ditutup dengan UniGames yang menghadirkan berbagai cabang olahraga.










