JIS Mau Disulap Jadi Stadion Kelas Dunia, Pemprov DKI Jakarta Belajar dari San Siro

JIS Mau Disulap Jadi Stadion Kelas Dunia, Pemprov DKI Jakarta Belajar dari San Siro

Olahraga | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 09:12
share

MILAN, iNews.id – Jakarta International Stadium (JIS) disiapkan menjadi stadion kelas dunia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan San Siro Stadium di Milan, Italia. Langkah tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat mengunjungi stadion legendaris tersebut pada Selasa (12/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Rano bertemu dengan General Manager San Siro Stadium Fabrizio Caruso dan Business Development San Siro Stadium Michele Finucci. Pertemuan membahas peluang kolaborasi pengelolaan stadion modern hingga pengembangan pengalaman pengunjung.

Pemprov DKI Jakarta ingin mempelajari sistem pengelolaan San Siro yang selama puluhan tahun menjadi ikon sepak bola dunia. Pembahasan meliputi penyelenggaraan event internasional, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi menjaga keterlibatan suporter.

Rano menilai stadion modern tidak cukup hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola. Menurut dia, stadion juga harus menjadi pusat hiburan, destinasi wisata olahraga, ruang ekonomi kreatif, sekaligus simbol kebanggaan kota.

“San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75.000 penonton,” ujar Rano dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

“Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” tutur Rano. 


JIS Disiapkan Jadi Ikon Jakarta

Rano juga meminta PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan pihak San Siro. Langkah tersebut dilakukan demi mempercepat transformasi tata kelola stadion bertaraf internasional.

Menurut dia, penjajakan tersebut sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026. Klub asal Italia itu dijadwalkan menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Rano menyebut kedatangan AC Milan menunjukkan besarnya daya tarik Jakarta di mata dunia sepak bola internasional. Dia menilai Jakarta mulai dipandang sebagai kota penyelenggara event olahraga global.

“Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” ucapnya.

Delegasi DKI Jakarta juga melakukan tur stadion dan museum San Siro untuk mempelajari pengelolaan sejarah AC Milan dan Inter Milan sebagai bagian dari pengalaman pengunjung. Pihak San Siro menjelaskan konsep museum, tur stadion, hingga strategi membangun hubungan emosional antara stadion dan para pendukung.

Perwakilan San Siro, Michele Finucci, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Dia menegaskan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan stadion modern.

“San Siro adalah stadion yang sangat bersejarah. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, tur stadion, museum, dan berbagai kegiatan yang melibatkan para penggemar,” jelasnya. 

“Kami senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan delegasi dari Jakarta mengenai bagaimana stadion dapat dikelola sebagai tempat pertandingan, destinasi wisata, sekaligus ruang interaksi publik,” kata Michele.

Topik Menarik