Kunci Rehan/Gloria Raih Tiket Perempat Final Australian Open 2026: Jaga Lutut dan Hati!
SYDNEY, iNews.id – Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menembus perempat final Australian Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan, Liu Kuang Heng/Hsu Yin-Hui. Ganda campuran Indonesia unggulan kedelapan itu menang dua gim langsung 21-16, 21-17 di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Kamis (11/6/2026).
Kemenangan ini terasa penting bagi Rehan/Gloria. Mereka bukan hanya menjaga langkah di Australian Open 2026, tetapi juga menunjukkan perkembangan positif setelah kembali berpasangan dalam kondisi yang belum sepenuhnya mudah.
Bagi Rehan, laga ini menjadi pertandingan ketiganya setelah pulih dari cedera. Karena itu, dia memilih menjalani proses secara perlahan tanpa memaksakan diri.
Rehan/Gloria tampil lebih tenang saat menghadapi Liu/Hsu. Mereka mampu menjaga pola permainan dan menyelesaikan poin-poin penting dengan lebih rapi.
Hasil ini juga menjadi jawaban atas pekerjaan rumah yang sempat membayangi mereka sejak musim lalu. Gloria menyebut masalah finishing menjadi fokus utama yang ingin mereka perbaiki.
Rehan Jaga Lutut, Badan, dan Fokus
Rehan bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Dia juga senang rencana permainan yang disiapkan bersama Gloria berjalan sesuai harapan.
"Pertama-tama saya ucapkan alhamdulillah berhasil menyelesaikan pertandingan, tidak ada cedera dan apa yang kita terapkan bisa sesuai dengan yang diinginkan. Walaupun ini sudah pertandingan ketiga saya setelah cedera, saya mau tetap pelan-pelan saja, step by step. Yang penting tetap jaga lutut, tetap jaga badan juga di setiap hari. Jaga hati juga, fokus, pikiran semua."
Komentar Rehan memperlihatkan situasi penting dalam comeback mereka. Kemenangan tidak hanya diukur dari skor, tetapi juga dari kemampuan menjaga kondisi tubuh setelah cedera.
Rehan sadar perjalanan menuju performa terbaik harus dilakukan bertahap. Dia tidak ingin terburu-buru karena kondisi lutut, tubuh, fokus, dan pikiran tetap harus dijaga setiap hari.
Dua turnamen sebelumnya di Singapura dan Indonesia juga memberi pelajaran penting. Rehan/Gloria belajar untuk lebih tenang ketika pertandingan memasuki poin-poin akhir.
"Dari dua turnamen pertama kemarin di Singapura dan Indonesia, kami belajar untuk lebih tenang di poin-poin akhir."
Ketenangan itu terlihat saat menghadapi Liu/Hsu. Rehan/Gloria mampu menutup gim pertama 21-16, lalu mempertahankan kendali pada gim kedua untuk menang 21-17.
Gloria Senang Comeback Mulai Berbuah
Gloria juga merasakan kemenangan ini sebagai pencapaian penting. Dia senang bisa mencapai perempat final pada pertandingan ketiga comeback bersama Rehan.
"Rasanya senang bisa ke perempatfinal di pertandingan ketiga comeback dengan Rehan. Walaupun step by step, kami bisa sampai di level ini pun sangat luar biasa, bisa bertahan sampai sekarang sangat bersyukur."
Pernyataan Gloria menunjukkan rasa syukur besar atas proses yang sedang mereka jalani. Menurutnya, bisa bertahan sampai fase ini sudah menjadi hal luar biasa.
Gloria juga menegaskan masalah finishing masih menjadi pekerjaan rumah sejak tahun lalu. Mereka pernah berada dalam posisi unggul, tetapi gagal menyelesaikan pertandingan hingga akhirnya kalah.
"PR-nya kita kan dari tahun lalu itu adalah finishing ya. Maksudnya dimana kami sudah unggul tapi nggak bisa menyelesaikan jadi kalah. Kami ingin memperbaiki hal ini dan semoga ke depan bisa lebih enjoy dan menikmati pertandingan lagi."
Kemenangan atas Liu/Hsu memberi sinyal positif untuk perbaikan tersebut. Rehan/Gloria mampu menjaga fokus sampai akhir dan tidak membiarkan momentum lepas saat berada dalam posisi unggul.
Perempat final Australian Open 2026 kini menjadi ujian berikutnya. Rehan/Gloria harus menjaga kondisi fisik, ketenangan, dan keberanian untuk menyelesaikan pertandingan dengan lebih matang.
Hasil ini juga menjaga asa ganda campuran Indonesia di turnamen level tinggi tersebut. Rehan/Gloria kini membawa modal penting: comeback yang semakin stabil, finishing yang mulai membaik, dan kepercayaan diri menuju babak berikutnya.










