Kisah Ajaib Pemain Timnas Kanada: Dulu Kanker Testis Langka, Kini Main di Piala Dunia 2026

Kisah Ajaib Pemain Timnas Kanada: Dulu Kanker Testis Langka, Kini Main di Piala Dunia 2026

Olahraga | inews | Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00
share

TORONTO, iNews.id – Jayden Nelson menembus skuad Piala Dunia 2026 bersama Timnas Kanada setelah sebelumnya divonis nyaris tak punya peluang bermain sepak bola. Sebab sebelumnya ada kanker yang menyebar ke paru-parunya sejak balita.

Winger berusia 23 tahun itu mendapat panggilan mendadak ke tim nasional Kanada untuk Piala Dunia 2026 usai menggantikan Marcelo Flores, yang harus absen akibat cedera ACL saat final Concacaf Champions Cup bulan lalu.

Nelson awalnya hanya masuk daftar tunggu pilihan pelatih Jesse Marsch. Situasi berubah cepat setelah performanya meyakinkan, termasuk mencetak gol dalam laga uji coba Kanada melawan Uzbekistan pekan lalu.

Perjalanan Nelson menuju panggung tertinggi sepak bola dunia penuh drama. Saat berusia 18 bulan, dia didiagnosis kanker testis langka jenis germ cell. Penyakit tersebut sempat mereda, lalu kambuh dan menyebar ke paru-paru.

Dokter kala itu memberi peringatan keras. Peluang Nelson hidup normal, apalagi menjadi pesepak bola profesional, disebut hampir tidak ada. Dia kemudian menjalani kemoterapi dan akhirnya dinyatakan bersih dari kanker.

“Saya baru berusia 18 bulan saat didiagnosis kanker germ cell langka. Awalnya sempat remisi, lalu kembali dan menyebar ke paru-paru. Saya bisa meninggal, dan dokter bilang hampir tidak ada peluang saya menjadi pesepak bola profesional atau menjalani hidup aktif. Tapi saya melawan semua kemungkinan itu,” kata Nelson kepada GIVEMESPORT.

Nelson mengaku ingin kisah hidupnya memberi inspirasi.

“Saya ingin membagikan cerita ini supaya anak-anak lain terinspirasi. Kamu bisa keluar dari situasi gelap dengan hasil lebih terang. Sekarang saya menikmati setiap detik hidup dan bersyukur masih ada hari ini,” ucapnya.

Saat mendengar kembali cerita perjuangan keluarganya, emosi Nelson kerap memuncak.

“Sulit mendengarnya dan membuat saya emosional. Saya bersyukur bisa berada di sini dan bermain sepak bola profesional. Saya masih rutin kontrol ke rumah sakit, dan pengalaman itu membuat saya tidak pernah menganggap remeh hidup dan kesempatan,” tuturnya.

Nelson bergabung dengan klub MLS Austin FC dari Vancouver Whitecaps pada Desember lalu. Dia sempat diganggu cedera di awal musim, namun terus berjuang demi menjaga asa tampil di Piala Dunia.

Menurut Nelson, gaya melatih Marsch sangat cocok dengannya.

“Masuk skuad Piala Dunia Jesse Marsch adalah mimpi. Sepak bolanya menuntut lari dan pressing lebih intens, dan itu membantu saya meningkatkan level permainan. Di luar lapangan, dia seperti figur ayah bagi pemain muda,” ujarnya.

Nelson menilai karakter permainannya sejalan dengan kebutuhan tim.

“Saya cepat, teknis, dan pekerja keras. Saya berharap itu cukup untuk membawa saya ke skuad Piala Dunia Kanada,” katanya.

Kanada akan membuka perjuangan di Grup B Piala Dunia 2026 menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada Jumat. Tim tuan rumah bersama itu juga bakal bertemu Qatar dan Swiss dalam upaya memburu kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia.

Topik Menarik