Presiden FIFA Pusing jelang Piala Dunia 2026, Wasit Ditolak Masuk AS dan Tiket Mahal Jadi Masalah
JAKARTA, iNews.id – Presiden FIFA Gianni Infantino pusing jelang Piala Dunia 2026 setelah wasit ditolak masuk Amerika Serikat (AS) dan harga tiket mahal jadi masalah. Dua isu besar itu membuat turnamen yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko langsung menjadi sorotan sebelum kick-off.
Piala Dunia 2026 akan dimulai Kamis dengan format besar. Turnamen ini diikuti 48 negara dan memainkan total 104 pertandingan.
Namun, pesta sepak bola dunia itu sudah dihantam sejumlah polemik sebelum laga pertama dimainkan. FIFA harus menghadapi kritik soal harga tiket, isu politik, hingga persoalan akses masuk perangkat pertandingan ke AS.
Salah satu masalah yang mencuri perhatian adalah kasus wasit asal Somalia, Omar Artan. Dia dipulangkan pekan ini setelah pemerintahan Donald Trump menudingnya memiliki hubungan dengan “anggota organisasi teror yang dicurigai”.
Kasus itu menambah panas situasi menjelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kehadiran Iran di turnamen juga sempat diragukan karena konflik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Gianni Infantino Minta Publik Tenang
Gianni Infantino memakai konferensi pers peluncuran Piala Dunia 2026 pada Rabu untuk menjawab berbagai persoalan tersebut. Presiden FIFA itu meminta publik tetap tenang menghadapi masalah yang muncul.
“Santai, rileks,” kata Infantino, dikutip Independent.
Infantino menegaskan FIFA terus bekerja untuk mencari jalan keluar atas setiap persoalan yang mengganggu persiapan turnamen. Dia tidak ingin polemik tersebut membuat atmosfer Piala Dunia 2026 semakin keruh.
Namun, Infantino juga mengakui FIFA tidak punya kekuasaan penuh atas keputusan pemerintah AS, termasuk dalam kasus penolakan masuk terhadap Omar Artan.
“Kami bukan raja dunia,” kata Infantino.
Pernyataan itu menjadi pengakuan penting dari orang nomor satu FIFA. Dia menyampaikan otoritas sepak bola dunia tidak bisa memaksa sebuah negara memberi izin masuk kepada seseorang.
Tiket Mahal Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Disorot
Selain kasus wasit, harga tiket Piala Dunia 2026 juga menjadi sorotan tajam. FIFA menetapkan harga tiket mulai dari 140 dolar AS atau sekitar Rp2,5 juta.
Harga kursi reguler untuk final pada 19 Juli di New Jersey bahkan mencapai 8.680 dolar AS atau sekitar Rp155,8 juta. FIFA kemudian menaikkan harga tiket final menjadi 10.990 dolar AS atau sekitar Rp197,2 juta.
Lonjakan paling mencolok terjadi saat harga tiket final mencapai 32.970 dolar AS atau sekitar Rp591,8 juta. Angka itu memicu kritik keras karena dianggap terlalu mahal untuk sebagian suporter.
Setelah mendapat kritik, FIFA menawarkan sejumlah kecil tiket 60 dolar AS atau sekitar Rp1 juta kepada federasi nasional. Tiket itu disiapkan untuk suporter reguler masing-masing negara.
Infantino membela kebijakan harga tiket tersebut. Dia menyebut rata-rata harga tiket turnamen masih berada di bawah 500 dolar AS atau sekitar Rp8,9 juta.
“Jika kami melakukan sesuatu yang salah, semua orang di Amerika Utara juga melakukan sesuatu yang salah,” kata Infantino.
Infantino membandingkan harga tiket Piala Dunia 2026 dengan ajang olahraga besar di Amerika Serikat saat memasuki fase play-off. Dia juga menyinggung lonjakan harga tiket NBA Finals antara New York Knicks dan San Antonio Spurs sebagai contoh.
Meski begitu, klaim Infantino dinilai lebih sesuai untuk harga jual kembali, bukan harga resmi awal. FIFA juga menghadapi perhatian dari jaksa agung di California, New Jersey, New York, dan Texas terkait masalah tiket tersebut.
Infantino mengaku tidak khawatir dengan penyelidikan itu. Dia menegaskan FIFA sudah memeriksa seluruh proses penjualan tiket sebelum melepas jutaan tiket ke publik.
“Kami sangat tenang soal ini karena sebelum mulai menjual 6,5 juta atau 7 juta tiket, kami memeriksa semua yang kami lakukan bersama pengacara terbaik dan ahli terbaik,” kata Infantino.
“Kami menyambut setiap penyelidikan,” ujarnya.
Infantino juga menilai pasar tiket sekunder berada di luar kendali FIFA. Menurutnya, lonjakan harga yang dilihat banyak penggemar untuk pertandingan Piala Dunia terjadi di area yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan organisasinya.
Polemik harga tiket dan kasus Omar Artan membuat tekanan terhadap FIFA semakin besar. Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi Infantino sudah harus menjawab kritik dari banyak arah.
Situasi ini menjadi ujian awal bagi FIFA sebagai penyelenggara turnamen sepak bola terbesar dunia. Dengan skala 48 negara dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 langsung bergerak dalam atmosfer panas sebelum bola pertama bergulir.










