Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!

Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!

Terkini | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 21:21
share

DUBAI, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran setelah serangan militer AS pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Dalam posting-an di media sosial Truth Social, Trump menyebut Iran terlalu lama untuk mencapai kesepakatan damai.

Oleh karena itu, lanjut Trump, Iran harus membayar dengan harga mahal atas keputusannya itu.

"Si pengganggu Timur Tengah telah mati!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayarnya," tulisnya.

Hal senada disampaikan Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker, Trump akan mengerahkan seluruh potensi militer AS jika Iran enggan menyepakati perundingan damai pada waktu yang ideal.

"Jika Iran tidak bersedia membuat kesepakatan dalam jangka waktu bijaksana, maka dia (Trump) akan menggunakan seluruh kekuatan militer yang luar biasa, yang dimiliki AS, untuk, Anda tahu, membuat situasi di mana Iran akan membuat kesepakatan," kata Whitaker, kepada Fox News.

AS menyerang beberapa lokasi di Iran setelah Trump menuduh militer negara itu menembak jatuh helikopter tempur AH-64 Apache di dekat Selat Hormuz pada Senin. Dua kru helikopter diselamatkan oleh drone laut.

Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania dan negara Teluk menggunakan rudal dan drone. Serangan ditujukan ke 22 lokasi, yakni Kuwait, Bahrain, dan Yordania. 

Ini merupakan bentrokan bersenjata paling besar kedua negara sejak menyepakati gencatan senjata pada 8 April.

“Saya yakin pembalasannya harus sangat keras, sangat dahsyat, dan itulah yang terjadi kali ini,” kata Trump, menanggapi pembekasan AS, dalam wawancara dengan ABC News.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan, serangan AS telah merusak upaya diplomatik internasional yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.

“Sayangnya, AS merusak proses diplomatik ini melalui pesan-pesan kontradiktif yang dikirimkannya, perubahan sikap, dan tuntutan berulang-ulang, dan yang terburuk, melalui pelanggaran gencatan senjata berulang kali,” kata Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei.

Dia melanjutkan, setiap proses diplomatik dirusak oleh penggunaan kekerasan serta melakukan tindakan ilegal di lapangan.

Topik Menarik