Pramono Pastikan Transjabodetabek Tetap Disubsidi meski Tarif Akan Naik

Pramono Pastikan Transjabodetabek Tetap Disubsidi meski Tarif Akan Naik

Berita Utama | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 12:29
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan layanan Transjabodetabek akan tetap mendapatkan subsidi meski tarif moda transportasi tersebut akan dinaikkan. Pramono berjanji tarif baru Transjabodetabek segera diumumkan.

Rencana kenaikan tarif Transjabodetabek juga telah mendapat respons dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Kepala daerah penyangga Jakarta itu berharap subsidi tetap diberikan agar kenaikan tarif tidak terlalu membebani pengguna layanan tersebut.

"Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan. Tapi saya ingin meluruskan karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi jangan sampai kemudian tidak disubsidi. Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Pramono menegaskan, kenaikan tarif layanan Transjabodetabek akan mempertimbangkan agar masyarakat tetap menggunakan transportasi umum. Sebab dia tak ingin, kenaikan tarif ini justru malah membuat warga beralih ke kendaraan pribadi.

"Tetapi prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana menambah layanan transportasi umum agar meningkatkan kebiasaan masyarakat menggunakan angkutan massal.

"Bahkan transportasi umumnya akan kami tambah supaya habit atau behavior atau perilaku orang naik transportasi umumnya meningkat. Dan itu yang akan kami lakukan," ucapnya.

Di sisi lain, Pramono menyampaikan bahwa Transjabodetabek yang pasti akan mengalami kenaikan tarif adalah rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). 
Diketahui, rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta telah resmi beroperasi pada Kamis (12/3/2026) dengan tarif Rp3.500 untuk tiga bulan pertama. 

"Dibandingkan dengan Damri yang paling murah kan Rp80.000, taksi rata-rata Rp200.000. Kalau kemudian Rp3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup maka yang begitulah akan ada penyesuaian," tuturnya.

Topik Menarik