8 Penyakit Mengintai saat Kemarau Panjang Juni 2026, Ini Daftarnya!

8 Penyakit Mengintai saat Kemarau Panjang Juni 2026, Ini Daftarnya!

Gaya Hidup | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 16:53
share

JAKARTA, iNews.id - Musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Juni 2026 tidak hanya membawa cuaca panas dan kering. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan adanya sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama periode tersebut.

Menurut Kemenkes, perubahan cuaca, memburuknya kualitas udara, serta berkurangnya ketersediaan air bersih dapat memengaruhi kesehatan masyarakat secara langsung.

Berikut delapan penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau panjang 2026:

8 Penyakit Mengintai akibat Kemarau Panjang Juni 2026 

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini tetap berisiko meningkat apabila terdapat genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

2. Malaria

Penyakit akibat gigitan nyamuk Anopheles masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah endemis.

3. Diare

Ketersediaan air bersih yang berkurang dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan memicu diare.

4. Kolera

Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini dapat muncul akibat sanitasi yang buruk.

5. Tifoid

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri menjadi salah satu penyebab tifoid.

6. Leptospirosis

Penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini dapat muncul akibat sanitasi lingkungan yang tidak baik.

7. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Paparan polusi udara dan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko ISPA.

8. Heat Stroke

Suhu udara yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan heat stroke atau sengatan panas yang berbahaya.

Selain delapan penyakit tersebut, masyarakat juga perlu mewaspadai iritasi mata, bronkitis, serta dehidrasi akibat paparan cuaca panas yang berkepanjangan.

Kini, seperti apa upaya mencegah atau melindungi diri dari risiko penyakit-penyakit tersebut? Baca beritanya sampai selesai.

Cara Melindungi Diri Saat Kemarau

Kemenkes menyarankan masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan, yaitu:

  • Memantau kualitas udara secara rutin.
  • Menggunakan masker saat udara memburuk.
  • Memperbanyak konsumsi air putih.
  • Menghindari alkohol dan minuman berkafein berlebihan.
  • Menjauhi asap rokok dan sumber polusi lainnya.
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.
  • Menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan cuaca panas atau gangguan pernapasan.

Topik Menarik