Daya Beli Melemah, Makki Ungu Ungkap Industri Musik Ikut Terpukul

Daya Beli Melemah, Makki Ungu Ungkap Industri Musik Ikut Terpukul

Gaya Hidup | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 17:16
share

JAKARTA, iNews.id - Melemahnya daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih turut memberikan dampak besar terhadap industri musik nasional. Kondisi tersebut dirasakan langsung bassist band Ungu Makki yang mengaku aktivitas ekonomi para pelaku musik mengalami penurunan signifikan.

Menurut Makki, efek perlambatan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh promotor penyelenggara acara, tetapi juga para pelaku industri musik lainnya yang bergantung pada aktivitas hiburan masyarakat.

"Terjemahan dari penghematan itu adalah menurunnya frekuensi kegiatan ekonomis kami dan konsekuensi logisnya, pendapatan," kata Makki kepada iNews Media Group (IMG) melalui pesan singkat, Senin (8/6/2026).

Dia menjelaskan, banyak konsumen atau penikmat hiburan yang kini memilih mengurangi pengeluaran di sektor non-prioritas sebagai bagian dari langkah penghematan. Dampaknya, jumlah pertunjukan musik maupun kegiatan hiburan yang biasanya menjadi sumber pendapatan para musisi ikut berkurang.

Makki menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari karena musik dan hiburan termasuk kategori kebutuhan tersier. Saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, kebutuhan hiburan menjadi salah satu pos pengeluaran yang pertama kali dikurangi.

"Musik dan hiburan akan selalu menjadi yang pertama untuk dikeluarkan dari daftar kebutuhan, apabila kebutuhan primer dan sekundernya belum terpenuhi dan pulih," ujarnya.

Penurunan jumlah panggung dan event musik juga menjadi indikator berkurangnya perputaran ekonomi di sektor hiburan. Situasi ini tidak hanya berdampak pada musisi, tetapi juga pekerja kreatif lain yang terlibat dalam penyelenggaraan sebuah pertunjukan.

Meski demikian, Makki menilai menaikkan tarif manggung atau harga produk musik bukanlah solusi yang tepat untuk menghadapi situasi ekonomi saat ini. Menurut dia, langkah tersebut justru berpotensi semakin membebani masyarakat yang sedang melakukan penghematan.

"Agak anti-logis kalau solusinya adalah meningkatkan harga panggung maupun produk terkait lainnya untuk menyikapi kondisi ekonomi hari ini," kata Makki.

Topik Menarik