Rekam Jejak Shin Tae-yong di Level Klub, Persija Juara Liga Champions Asia?
JAKARTA, iNews.id – Shin Tae-yong resmi melatih Persija Jakarta. Ini menandai babak baru perjalanan karier sang pelatih yang sarat prestasi, kontroversi, dan transformasi sepak bola di berbagai level.
Pelatih asal Korea Selatan itu diperkenalkan secara terbuka di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). Kehadirannya langsung menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional, mengingat reputasi global serta rekam jejak panjang dia di level klub dan tim nasional.
Karier kepelatihan Shin Tae-yong dimulai jauh dari Korea. Dia mengawali langkah sebagai asisten pelatih Frank Farina dan Miron Bleiberg di Brisbane Roar. Pengalaman awal ini membentuk dasar taktik dan disiplin kerja yang kelak menjadi ciri khasnya.
Langkah besar berikutnya terjadi saat dia dipercaya menangani Seongnam Ilhwa Chunma pada Desember 2008. Empat tahun bersama Seongnam menjadi periode emas dalam kariernya. Dia sukses mempersembahkan gelar AFC Champions League 2009/2010 serta Piala Liga Korea musim 2010/2011.
Selepas periode tersebut, Shin Tae-yong naik level ke tim nasional Korea Selatan. Dia sempat menjadi asisten Hong Myung-bo dan Uli Stielike, sebelum akhirnya diangkat sebagai pelatih kepala Korea Selatan pada 4 Juli 2017, jelang Piala Dunia 2018.
Prestasi puncaknya tercatat pada ajang Piala Dunia 2018. Bersama Korea Selatan, dia mencetak sejarah dengan menumbangkan Jerman 2-0 di fase grup. Kemenangan itu menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat Jerman berstatus juara dunia empat kali.
Kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Korea berakhir setelah Piala Dunia 2018 dan tidak diperpanjang. Namun, namanya tetap berada di radar sepak bola Asia. Pada akhir Desember 2019, PSSI menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Periode bersama Timnas Indonesia kerap disebut revolusioner. Dia mengubah pola latihan, disiplin, dan standar fisik pemain. Meski tidak mempersembahkan trofi juara, peningkatan level permainan Skuad Garuda terlihat jelas dan berkelanjutan selama empat tahun masa kerjanya.
Setelah kontraknya tidak dilanjutkan pada awal 2025, Shin Tae-yong sempat menjabat Direktur Sepak Bola Seongnam FC, sebelum menerima tantangan melatih Ulsan HD. Namun, periode ini berjalan singkat dan penuh tekanan.
Statistik Klub Shin Tae-yong
Di Seongnam Ilhwa, Shin Tae-yong memimpin total 190 pertandingan. Sebanyak 45 laga dijalani sebagai pelatih interim dengan catatan 23 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 12 kekalahan.
Setelah berstatus pelatih tetap, dia mencatatkan 59 kemenangan, 36 imbang, dan 50 kekalahan dari 145 pertandingan.
Petualangannya di Ulsan HD hanya berlangsung dalam 10 laga. Hasilnya kurang memuaskan, dua kemenangan, empat imbang, dan empat kekalahan. Situasi tersebut membuat masa tugasnya berakhir cepat, ditambah isu komunikasi dengan beberapa pemain.
Kini, Persija Jakarta menjadi klub ketiga yang ditangani Shin Tae-yong sepanjang kariernya sebagai pelatih kepala. Publik menanti apakah tangan dingin dia mampu mengulang kisah sukses, sekaligus membawa Macan Kemayoran ke level baru di sepak bola Indonesia.










