Nanik S Deyang Tiba di Istana jelang Dilantik Jadi Kepala BGN, Pakai Kebaya Biru

Nanik S Deyang Tiba di Istana jelang Dilantik Jadi Kepala BGN, Pakai Kebaya Biru

Terkini | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 15:16
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang tiba di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Dia akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pantauan iNews.id, Nanik terlihat mengenakan kebaya dan songket berwarna biru. Dia tiba sekitar pukul 14.53 WIB. 

Namun begitu, Nanik enggan menjawab pertanyaan awak media saat ditanyai kesiapannya jelang dilantik.

"Nanti sayangku, nanti kan belum dilantik sayang," kata Nanik kepada awak media.

Dia mengaku ditelepon Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait pelantikan tersebut siang tadi. 

"Tadi (siang)," ujarnya.

Selain Nanik, Prabowo juga akan melantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan ketiga pimpinan BGN secara administratif telah memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat setelah penunjukannya oleh Prabowo beberapa waktu lalu.

“Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (5/6/2026).

Prasetyo membebekan dua alasan Prabowo menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN untuk menggantikan Dadan Hindayana yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena terjerat kasus dugaan korupsi program MBG.

Menurut Prasetyo, alasan pertama adalah pengalaman Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir. Pengalaman tersebut dinilai cukup untuk memahami seluruh proses dan kegiatan yang berjalan di lingkungan BGN.

“Yang pertama, beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Alasan kedua, lanjut Prasetyo, adalah karakter kepemimpinan Nanik yang dinilai tegas dan disiplin dalam menjalankan tata kelola organisasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring pemerintah, Nanik dikenal ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), manajemen kelembagaan, serta pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG.

“Nah, yang kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan, kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” kata Prasetyo.

Prabowo, kata Prasetyo, berharap kepemimpinan Nanik bersama dua wakil kepala yang baru dapat mempercepat proses pembenahan dan perbaikan tata kelola di BGN, sekaligus memastikan program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” tutur dia.

Topik Menarik