Isu Purbaya Dicopot Menguat, Mensesneg Tegaskan Tak Ada Rencana Pergantian Menteri Keuangan

Isu Purbaya Dicopot Menguat, Mensesneg Tegaskan Tak Ada Rencana Pergantian Menteri Keuangan

Terkini | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 14:42
share

JAKARTA, iNews.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian Menteri Keuangan dalam waktu dekat. Pernyataan itu sekaligus membantah kabar yang menyebut nama mantan Menteri Keuangan Chatib Basri akan masuk Kabinet Merah Putih menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Prasetyo memastikan isu perombakan kabinet atau reshuffle yang belakangan beredar tidak memiliki dasar. Pemerintah, kata dia, telah berulang kali menyampaikan bahwa hingga saat ini Presiden belum berencana melakukan perubahan susunan kabinet.

"Berkali-kali sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle," kata Prasetyo di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Dia juga menanggapi isu yang mengaitkan kemungkinan pergantian Menteri Keuangan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi pembahasan pemerintah.

"Loh siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti," kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Prasetyo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki agenda mengganti pejabat di bidang ekonomi. Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar tanpa dasar yang jelas.

"Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada," tegasnya.

Karena itu, dia meminta publik tidak mengaitkan nama-nama tertentu dengan spekulasi reshuffle yang beredar. Menurutnya, tidak ada pembahasan mengenai pergantian pejabat, termasuk di Kementerian Keuangan.

"Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian," ujarnya.

Di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan rupiah, Prasetyo mengatakan fokus pemerintah saat ini justru memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Justru sekali lagi kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas yang mengelola ekonomi. Dan hari ini adalah tindak lanjut," jelasnya.

Menurut dia, intensitas koordinasi dan kerja sama antarlembaga perlu terus ditingkatkan agar respons pemerintah terhadap dinamika ekonomi dapat berjalan lebih efektif.

"Tindak lanjut memang dalam situasi yang seperti sekarang intensitas harus diperkuat, kerja sama harus dipererat," ujarnya.

Meski demikian, Prasetyo menyebut Presiden memiliki kewenangan penuh untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet. Jika suatu saat diperlukan penyegaran atau perubahan, pemerintah akan menyampaikannya secara terbuka kepada masyarakat.

"Nanti kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan, pada waktunya akan disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

Topik Menarik