Jerawat Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Masalahnya Bisa dari Usus!
JAKARTA, iNews.id – Jerawat terus muncul meski rutin menggunakan berbagai produk perawatan kulit kerap membuat frustasi. Masalah ini ternyata bisa juga disebabkan oleh usus yang tidak terjaga kesehatannya.
Ya, menurut dokter spesialis gizi klinik dr Chintya Tedjaatmadja, SpGK, penyebab masalah kulit tidak selalu berasal dari luar. Kondisi kesehatan saluran pencernaan ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kok bisa?
Konsep hubungan antara usus dan kulit atau gut-skin axis kini semakin banyak dibahas dalam dunia kesehatan. Melalui konsep ini, kondisi mikrobioma usus diyakini memiliki kaitan dengan berbagai masalah kulit, termasuk jerawat dan peradangan.
Menurut dr Chintya, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan dari luar. Kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk sistem pencernaan, juga berperan penting.
Dokter Chintya menerangkan, kesehatan usus berpengaruh terhadap tingkat peradangan dalam tubuh. Ketika keseimbangan mikrobioma usus terganggu, kondisi tersebut dapat memicu respons inflamasi yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan kulit.
"Karena itu, menjaga sistem pencernaan tetap sehat menjadi salah satu langkah yang dapat membantu mendukung kondisi kulit yang lebih baik," kata dr Chintya di acara peluncuran WYCE di kawasan Jakarta, belum lama ini.
Dia menyarankan agar mengonsumsi makanan tinggi serat, cukup minum air putih, serta menjaga pola makan seimbang supaya mendukung kesehatan usus. Dan itu akan berdampak pada kulit yang sehat.
Selain itu, dr Chintya juga menyoroti pentingnya asupan antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas. Antioksidan diketahui dapat membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung regenerasi kulit.
"Korean Heartleaf yang kaya akan antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C membantu melindungi kulit dari radikal bebas, menjaga skin barrier, serta membantu menyamarkan noda hitam dan bekas jerawat," katanya.
"Kandungan ini mendukung kulit tampak lebih sehat, segar, dan bercahaya," tambah dr Chintya.
Di kesempatan yang sama dia pun menerangkan bahwa definisi kulit sehat itu tidak hanya glowing dan putih.
"Tapi punya barrier yang sehat dan kuat supaya tidak mudah iritasi. Kedua, harus punya kelembapan yang pas, tidak kering dan tidak berminyak, tapi moisture selalu dan tidak mudah iritasi," ungkapnya.
"Sehingga tidak mudah untuk timbul flek, jerawat dan kerutan halus," sambungnya.
Paparan radikal bebas dari polusi, sinar matahari, hingga gaya hidup yang kurang sehat dapat mempercepat munculnya berbagai masalah kulit. Karena itu, menjaga kesehatan tubuh dari dalam dinilai sama pentingnya dengan perawatan dari luar.
"Akar dari kulit yang sehat itu berasal dari dalam tubuh, dan kami melihat adanya pergeseran kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sebagai fondasi kecantikan," kata William Krisnadi, Founder and CEO PT Louis Renzo Cosmindo.
"Kami percaya pada konsep gut–skin axis di mana kondisi saluran cerna memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan kulit, termasuk dalam mengurangi inflamasi dan meningkatkan kecerahan kulit," tambahnya.
Tren perawatan beauty from within pun kini semakin mendapat perhatian. Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada penggunaan skincare, konsep ini menekankan pentingnya kesehatan tubuh secara menyeluruh sebagai fondasi untuk mendapatkan kulit yang sehat.
Dengan kata lain, jika jerawat tak kunjung hilang meski sudah mencoba berbagai produk perawatan, tidak ada salahnya mulai memperhatikan kondisi pencernaan dan pola hidup sehari-hari. Sebab, kulit yang sehat ternyata bisa dimulai dari usus yang sehat pula.










