Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

Terkini | inews | Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:22
share

DUBLIN, iNews.id - Irlandia menjatuhkan sanksi kepada Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dengan melarang masuk negara tersebut. Hukuman itu terkait sikap keduanya terhadap aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla (GSF) serta dukungan terhadap kebijakan yang dinilai dapat mengusir warga Palestina dari tanah airnya.

Melansir Al Jazeera, Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin, yang dikenal dengan gelar Taoiseach, mengonfirmasi kebijakan tersebut, Jumat (5/6/2026). 

Dia mengatakan, kedua menteri sayap kanan tersebut telah mengadvokasi pandangan yang mencerminkan keinginan untuk menghapus warga Palestina dari tanah airnya sendiri.

“Menurut pandangan saya, perilaku mereka membenarkan pemberian sanksi di tingkat Uni Eropa juga. Itu adalah hal yang akan kami angkat, meskipun apakah kami bisa mendapatkan dukungan yang cukup dari negara-negara Uni Eropa merupakan persoalan yang berbeda,” ucap Martin dikutip dari media Irlandia, RTE.

Baik Ben Gvir maupun Smotrich berulang kali menyerukan agar Israel mencaplok wilayah Palestina dan mendorong warga Palestina keluar dari Jalur Gaza. Sikap tersebut memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan sejumlah pemerintah asing.

Selain itu, Martin juga menyinggung perlakuan terhadap para aktivis pro-Palestina yang tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza pada bulan lalu.

Ben Gvir menuai kecaman luas setelah membagikan video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang ditahan. Dalam video tersebut, para aktivis terlihat berlutut di lantai dengan mata tertutup dan tangan terikat.

Dalam pernyataannya, Menteri Kehakiman Jim O’Callaghan telah menginstruksikan petugas imigrasi untuk menolak masuk Ben Gvir dan Smotrich apabila keduanya mencoba memasuki wilayah Irlandia.

Ben Gvir mulai menjabat menteri pada tahun 2022 setelah aliansinya dengan Partai Zionisme Religius yang dipimpin Smotrich berhasil meraih posisi ketiga dalam pemilihan legislatif Israel.

Sementara itu, Smotrich, yang diketahui tinggal di salah satu permukiman Israel yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, merupakan pendukung vokal pencaplokan Tepi Barat yang diduduki Israel. Dia pernah menyatakan harapannya untuk membunuh gagasan mengenai berdirinya negara Palestina.

Ben Gvir dan Smotrich secara bersama-sama menjadi pilar penting dalam koalisi pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Sejak serangan Israel di Gaza yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai tindakan genosida, Irlandia menjadi salah satu negara yang paling vokal mengkritik Israel.

Pada 2024, Irlandia secara resmi mengakui negara Palestina. Setelah keputusan tersebut, Israel memerintahkan penutupan kedutaannya di Dublin.

Ben Gvir dan Smotrich juga telah menghadapi larangan masuk dari sejumlah negara Eropa lainnya karena tindakan dan pernyataan mereka, termasuk Inggris, Spanyol, dan Slovenia. Bulan lalu, Prancis juga melarang Ben Gvir memasuki wilayahnya.

Topik Menarik