Jangan Anggap Migrain Biasa, Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Stroke

Jangan Anggap Migrain Biasa, Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Stroke

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 20:43
share

JAKARTA, iNews.id – Sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan ringan yang dapat hilang dengan sendirinya. Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala tertentu yang menyertai sakit kepala karena bisa menjadi tanda kondisi serius, termasuk stroke.

Influencer kesehatan, Aditya Surya Pratama, mengingatkan bahwa tidak semua sakit kepala dapat dikategorikan sebagai migrain, vertigo, atau tension type headache (TTH). Dalam beberapa kasus, sakit kepala yang disertai gejala neurologis tertentu justru dapat menjadi sinyal adanya gangguan pada otak.

"Tapi kalau misalnya sakit kepala ini disertai bicara pelo, lemah sebelah tubuh, penglihatan mendadak hilang, ada kejang atau sakit kepala paling parah seumur hidup, itu jangan pernah dianggap sepele atau anggap migrain biasa atau misalnya TTH biasa. Karena bisa jadi kondisi serius seperti misalnya stroke atau gangguan otak lainnya," kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, banyak orang masih keliru dalam mengenali jenis sakit kepala yang dialami. Tidak sedikit yang langsung menyebut dirinya mengalami vertigo atau migrain tanpa memahami karakteristik masing-masing penyakit.

"Nih, siapa yang sering kayak gini? Pusing dikit langsung bilang, 'vertigo nih kayaknya'. Padahal belum tentu, karena banyak orang ternyata itu masih ketuker antara vertigo, migraine sama TTH atau tension type headache," ujarnya.

dr Aditya menjelaskan, migrain umumnya ditandai nyeri berdenyut yang sering muncul di satu sisi kepala. Kondisi ini juga dapat memburuk ketika penderita terpapar cahaya, suara, atau aroma tertentu.

"Yang kedua, migrain. Kalau migrain itu biasanya nyerinya khas berdenyut, sering di satu sisi kepala mau kanan ataupun kiri dan biasanya makin parah kalau kena cahaya, suara atau bau tertentu," kata dia.

Pada beberapa kasus, migrain juga disertai mual, muntah, hingga munculnya kilatan cahaya sebelum sakit kepala terjadi. Gejala tersebut berkaitan dengan aktivitas saraf dan pembuluh darah di otak yang terlalu sensitif.

"Bahkan biasanya pada kasus migrain, ini ada sampai mual, muntah, atau lihat cahaya berkedip sebelum sakit kepala muncul. Nah, untuk migrain ini sendiri dia berhubungan dengan aktivitas saraf dan pembuluh darah di otak yang biasanya terlalu sensitif," ujar dia.

Meski demikian, dr. Aditya menegaskan bahwa gejala seperti bicara pelo, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan mendadak, hingga kejang bukanlah ciri khas migrain biasa. Kondisi tersebut harus segera mendapatkan pemeriksaan medis karena berpotensi mengarah pada stroke atau gangguan otak lainnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan diagnosis sendiri saat mengalami sakit kepala. Penanganan yang cepat sangat penting, terutama jika muncul tanda-tanda gangguan saraf yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Topik Menarik