Usai Video Viral, Sarwendah Janji Tak Ngomong Kasar di Medsos

Usai Video Viral, Sarwendah Janji Tak Ngomong Kasar di Medsos

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 17:24
share

JAKARTA, iNews.id – Artis Sarwendah berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial setelah video yang menampilkan dirinya berbicara kasar memicu kegaduhan. Seperti apa pernyataannya? 

Melalui unggahan di Instagram pada Jumat (5/6/2026), mantan personel Cherrybelle itu mengakui bahwa dirinya perlu lebih memahami dampak dari setiap ucapan maupun tindakan yang dilakukan di ruang publik.

"Dan ke depan, saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," ungkap Sarwendah dikutip Jumat (5/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari permintaan maaf yang ia sampaikan setelah potongan video dirinya ramai diperbincangkan netizen. Sarwendah menyadari video tersebut telah menimbulkan polemik dan menyita perhatian banyak pihak.

"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," ungkapnya.

Sarwendah juga mengakui bahwa kata-kata yang disampaikannya dalam video tersebut tidak tepat. Menurut dia, persoalan yang semestinya dapat diselesaikan secara tertutup justru berkembang menjadi konsumsi publik.

"Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," katanya.

Karena itu, Sarwendah memilih untuk tidak membela diri dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta semua pihak yang merasa terdampak oleh viralnya video tersebut.

"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," tuturnya.

Di tengah kontroversi yang terjadi, Sarwendah juga menyoroti dampak yang dirasakan keluarga, terutama anak-anaknya. Dia menilai anak-anak tidak seharusnya ikut terseret dalam persoalan orang dewasa yang menjadi sorotan publik.

"Maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak seharusnya terbawa ke dalam pemberitaan yang beredar," ujarnya.

Sarwendah menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial. Sebagai figur publik, dia menyadari setiap pernyataan yang disampaikan dapat memunculkan respons luas dari masyarakat.

Topik Menarik