Ingin Diet Lebih Cepat? Dokter Sarankan Fokus Latih Otot Terbesar di Tubuh

Ingin Diet Lebih Cepat? Dokter Sarankan Fokus Latih Otot Terbesar di Tubuh

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 17:41
share

JAKARTA, iNews.id – Bagi Anda yang sedang menjalani program diet dan ingin menurunkan berat badan lebih cepat, fokus melatih otot kaki bisa menjadi salah satu strategi yang patut dicoba. Sebab, otot kaki merupakan kelompok otot terbesar di tubuh manusia yang mampu membantu meningkatkan pembakaran kalori secara signifikan.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan bahwa ukuran otot kaki yang besar membuat tubuh membutuhkan energi lebih banyak saat berlatih. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah kalori yang dibakar lebih tinggi dibandingkan ketika seseorang hanya melatih kelompok otot yang lebih kecil.

Melalui akun X miliknya, @AdamPrabata, dia mengungkapkan bahwa otot memiliki laju metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan jaringan lemak. Sebab itu, latihan kaki dengan intensitas tinggi dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mendukung program penurunan berat badan.

“Otot kaki adalah kelompok otot terbesar di tubuh manusia. Otot memiliki laju metabolisme lebih tinggi daripada jaringan lemak. Saat melatih otot kaki dengan latihan berat, tubuh akan membakar lebih banyak kalori selama latihan dibandingkan melatih otot kecil, misalnya otot bisep atau otot dada saja,” ujarnya.

Manfaat latihan kaki ternyata tidak hanya dirasakan saat olahraga berlangsung. Setelah latihan selesai, tubuh masih terus membakar energi melalui fenomena yang dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC) atau peningkatan konsumsi oksigen pascaolahraga.

Selain itu, latihan kaki yang dilakukan secara rutin juga dapat meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh beristirahat. Peningkatan ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak energi setiap harinya.

Tak hanya membantu mengatur berat badan, latihan kaki juga memiliki kaitan dengan produksi hormon penting dalam tubuh. Menurut dr Adam, latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH) setelah sesi olahraga.

“Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi bisa memicu respons hormonal akut, yaitu lonjakan testosteron dan growth hormone (GH) pasca-latihan,” katanya.

Meski peningkatan hormon tersebut hanya berlangsung sementara, umumnya sekitar 15 hingga 60 menit setelah latihan, dia menilai kebiasaan berolahraga secara konsisten tetap memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, latihan kaki tidak seharusnya diabaikan dalam program kebugaran maupun diet.

Selain membantu membakar kalori lebih banyak, latihan otot kaki juga berperan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal serta mendukung kesehatan hormon. Dengan kata lain, leg day bukan hanya soal membentuk kaki yang kuat, tetapi juga membantu mencapai target diet secara lebih efektif.

Topik Menarik