Gara-Gara Kandang Ayam, Pria di Bangkalan Tewas Dibacok Adik Ipar dengan Celurit

Gara-Gara Kandang Ayam, Pria di Bangkalan Tewas Dibacok Adik Ipar dengan Celurit

Nasional | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 15:02
share

BANGKALAN, iNews.id - Perselisihan soal kandang ayam dan bebek di halaman rumah berujung maut di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Seorang pria berinisial JL tewas dibacok adik ipar menggunakan celurit.

Korban yang merupakan warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, sempat dilarikan ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu konflik berkepanjangan antara korban dan pelaku berinisial SF. Keduanya kerap terlibat cekcok terkait keberadaan kandang ayam dan bebek yang menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan rumah mereka.

Puncak pertikaian terjadi pada Rabu (3/6/2026) malam. Saat itu, pelaku mendatangi korban dan diduga langsung menyerang menggunakan celurit yang telah dibawanya. Sabetan senjata tajam tersebut mengenai bagian perut korban. Saat itu, korban JL tidak sempat menghindar dan langsung roboh dengan kondisi bersimbah darah.

Istri dan anak-anak korban yang menyaksikan kejadian itu berteriak histeris dan berusaha memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit setempat.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Dokter forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, dr Edy Suharto, mengatakan korban hanya mengalami satu luka akibat senjata tajam. Namun luka tersebut sangat fatal karena merusak organ dalam.

"Kalau luka luarnya cuma satu ya. Perut sebelah kiri. Kemudian hasil autopsi itu ada robekan sampai usus yang jadi penyebab kematiannya. Tak ada luka lain. Luka di badan itu aja. Bekas luka karena senjata tajam," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Hasil autopsi juga menunjukkan luka robek tersebut menembus hingga bagian belakang tubuh korban. Cedera berat pada bagian perut dan usus itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang kabur setelah pembacokan. Aparat juga terus menyelidiki untuk mengungkap secara lengkap kronologi peristiwa tersebut.

Topik Menarik