4 Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Ventilasi Sel

4 Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Ventilasi Sel

Nasional | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 21:23
share

EMPAT LAWANG, iNews.id - Empat tahanan Polres Empat Lawang, Sumatera Selatan, melarikan diri dari ruang tahanan pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Para tahanan diduga kabur setelah menjebol jeruji besi ventilasi di sel nomor 2 yang mereka tempati.

Aksi pelarian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat suasana ruang tahanan sedang sepi. Petugas Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) yang melakukan patroli rutin mendapati sejumlah tahanan sudah tidak berada di dalam sel.

Kasi Humas Polres Empat Lawang Iptu Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan saat ini seluruh jajaran masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang kabur.

"Benar sekarang sedang dilakukan pengejaran oleh tim," ujar Kasi Humas Polres Empat Lawang Iptu Ariyanto, Selasa (2/6/2026).

Empat tahanan yang melarikan diri, yakni:  

1. Febri Andi Kaspura (36), tersangka kasus narkoba asal Desa Batu Raja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi. 

2. Pigo Ardiansyah (22), tersangka kasus yang dijerat Pasal 476 KUHP asal Desa Tanjung Tawang, Kecamatan Muara Pinang 

3. Badri (42), tersangka kasus narkoba asal Desa Pagar Jati, Kecamatan Pasemah Air Keruh

4. Irianto alias Yanto (45), tahanan kasus kriminal umum asal Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan.

Polisi telah membentuk tim khusus untuk memburu para tahanan yang melarikan diri. "Sampai sekarang masih dalam pengejaran. Kita sama-sama berdoa agar semua pelaku yang melarikan diri dapat segera ditangkap," ucapnhya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para tahanan diduga telah merencanakan pelarian tersebut sejak beberapa hari sebelumnya. Dugaan itu diperkuat oleh keterangan seorang tahanan berinisial TS (29) yang tidak ikut kabur dan tetap berada di dalam sel.

Menurut pengakuan TS, para tahanan secara perlahan menggesek teralis besi ventilasi bagian atas selama sekitar empat hari hingga akhirnya berhasil merusaknya.

"Iya, dugaannya membobol itu (ventilasi)," katanya.

Setelah ventilasi berhasil dijebol, para tahanan diduga memanfaatkan kain untuk memanjat dinding dan mencapai lubang ventilasi sebelum melarikan diri dari ruang tahanan.

Saat ini, selain melakukan pengejaran, kepolisian juga mendalami kronologi dan motif pelarian tersebut. Sementara itu, TS telah diperiksa sebagai saksi karena tidak terlibat dalam aksi kabur tersebut.

"Untuk satu tahanan (berinisial TS) sudah diperiksa sebagai saksi karena tidak ikut kabur," ucapnya.

Topik Menarik