Gema Goeyardi Dukung Pemerintah Tingkatkan Diplomasi: Harus Berani Tunjukkan Wibawa
JAKARTA, iNews.id - Pendiri dan CEO Astronacci International Gema Goeyardi mendukung langkah pemerintah memperkuat diplomasi di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin kompleks. Menurut dia, penguatan diplomasi harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola pemerintahan serta keterbukaan terhadap masukan dari para ahli.
Gema mengatakan Indonesia perlu menyadari posisi tawarnya dalam percaturan global dan membangun lebih banyak kerja sama strategis dengan negara lain. Sebab, menurut dia, Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam bargaining power dibandingkan sejumlah negara besar.
"Kalau ditanya apakah diplomasinya harus ditingkatkan, jelas harus ditingkatkan, walaupun tidak lupa bahwa kita tidak punya bargaining power," kata Gema dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Berkecamuk, Penyebab Rupiah Ambruk?' yang tayang di iNews, Selasa (2/6/2026).
Demi Juara Super League 2025-2026, Persib Bandung Siap Sapu Bersih 4 Laga Sisa dengan Kemenangan!
Meski demikian, dia menilai Indonesia tetap memiliki modal untuk menunjukkan wibawa di forum internasional. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk kehilangan kepercayaan diri dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
"Tapi di tengah kelemahan kita setidaknya ada hal yang memang kita bisa dan berani menunjukkan wibawa dengan apa yang kita miliki," ujarnya.
Gema mencontohkan perjuangan para pendiri bangsa yang mampu mempertahankan kedaulatan Indonesia meski memiliki keterbatasan dari sisi sumber daya dan persenjataan.
"Kembali kepada prajurit zaman dulu melawan Belanda pakai bambu runcing, tapi kita memiliki wibawa dengan bambu runcing itu sampai bisa merdeka. Bagaimana dengan sekarang?" katanya.
Di sisi lain, Gema menilai penguatan diplomasi harus didukung tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi. Dia menyoroti pentingnya keselarasan komunikasi dan koordinasi antarkementerian serta lembaga agar setiap kebijakan pemerintah memiliki tujuan yang jelas dan dipahami publik.
"Makin ke sini yang saya perhatikan memang yang harus menjadi catatan adalah bagaimana kita punya sistem integrasi, sistem komunikasi dan keseragaman di dalam tata kelola pemerintahan ini," ujarnya.
Menurut dia, berbagai agenda diplomasi dan kunjungan luar negeri pemerintah akan lebih efektif apabila disiapkan secara matang dan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Dengan demikian, publik dapat memahami tujuan serta hasil yang ingin dicapai sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran.
Gema juga menekankan pentingnya pemerintah mendengarkan pandangan para pakar dalam menyusun kebijakan. Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan para ahli bertujuan memberikan perspektif berbeda demi kemajuan bangsa.
"Yang memang harus kita kembali ke core masalah, pemerintah wajib mendengarkan para expert terutama di event seperti ini. Bahwa kami ini bukan di sini untuk sekadar buang-buang waktu, tapi dari POV yang berbeda, sudut pandang yang berbeda," tuturnya.
Dia menegaskan seluruh pihak, baik yang mendukung maupun mengkritik pemerintah, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat Indonesia di tengah tantangan global.
"Kalau kita bisa tarik benang merahnya memang harus ada yang diperbaiki tata kelola negara ini," katanya.










