Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Sudah Diizinkan Pulang
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan pasien Hantavirus yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso telah dinyatakan pulang. Pemerintah juga memastikan tidak ditemukan penularan kepada orang lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi usai menghadiri Talkshow Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). "Sudah, sudah pulang," kata Budi kepada wartawan.
Menkes Budi menjelaskan, pasien tersebut merupakan warga negara Inggris yang datang ke Indonesia untuk bekerja. Pemerintah Indonesia menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris terkait kondisi pasien tersebut, sehingga langkah penanganan segera dilakukan.
Menurutnya, setelah informasi diterima, pasien langsung diisolasi dan dirawat di RSPI Sulianti Saroso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Jadi itu memang orang yang teridentifikasi pernah di-warning dari pemerintah Inggris bahwa ada satu orang Inggris yang datang ke Indonesia karena bekerja," ujarnya.
Imigrasi Cegah Keberangkatan 23 Calon Jemaah Haji, Hendak Terbang Pakai Visa Nonprosedural
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian melakukan pelacakan kontak terhadap orang-orang yang sempat berinteraksi dengan pasien. Hasil investigasi menunjukkan tidak ditemukan adanya penularan.
"Begitu kami tahu, kami sudah isolasi, kami taruh di RSPI, dan kami identifikasi ternyata tidak ada penularan," katanya.
Menkes juga menegaskan bahwa Hantavirus bukan merupakan penyakit baru di Indonesia. Menurutnya, virus tersebut telah lama ditemukan dan pernah menjadi objek penelitian kesehatan di berbagai daerah.
Berdasarkan hasil survei antibodi yang pernah dilakukan, sejumlah wilayah di Indonesia menunjukkan adanya paparan Hantavirus di masyarakat. Ia menyebut sekitar 18 persen masyarakat di Bali memiliki antibodi terhadap virus tersebut, sementara di wilayah Surabaya dan Jakarta angkanya mencapai sekitar 13 persen.
"Hanta ini sebenarnya sudah lama dari awal 2000-an. Jadi virusnya sudah ada," ujar Budi.
Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi temuan kasus tersebut. Pemerintah memastikan pemantauan dan langkah antisipasi terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.










