Taiwan Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini yang Dilakukan!
JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memainkan peran penting dalam dunia kesehatan. Bukan lagi sekadar teknologi masa depan, AI kini mulai digunakan untuk membantu diagnosis penyakit, memantau kondisi pasien secara real-time, hingga meningkatkan efisiensi layanan kesehatan.
Melihat perkembangan tersebut, Taiwan mendorong lahirnya berbagai inovasi kesehatan berbasis AI yang dapat diterapkan secara global melalui kampanye internasional bertajuk 'Go Healthy with Taiwan 2026. Seperti apa kampanye ini?
Inisiatif Taiwan tersebut mengajak pemerintah, institusi, perusahaan, hingga organisasi dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi kesehatan yang lebih cerdas dan mudah diakses masyarakat.
Direktur Jenderal International Trade Administration (TITA), William Liu, mengatakan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama pengembangan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.
"Healthy Taiwan merupakan salah satu visi kebijakan utama pemerintah. Untuk terus mempromosikan citra Taiwan sebagai kekuatan industri yang sehat, inovatif, dan dinamis di panggung global, Kampanye Proposal Global Go Healthy with Taiwan kembali diluncurkan," ujar William Liu, dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).
Pemanfaatan AI di bidang kesehatan dinilai mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi banyak negara saat ini, mulai dari meningkatnya jumlah pasien penyakit kronis, kebutuhan layanan kesehatan yang lebih cepat, hingga bertambahnya populasi lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan berkelanjutan.
Tak hanya berfokus pada teknologi kesehatan, program ini juga menggabungkan inovasi di bidang olahraga dan mobilitas aktif sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Melalui konsep tersebut, kesehatan tidak lagi hanya dipahami sebagai pengobatan ketika seseorang sakit, tetapi juga pencegahan melalui gaya hidup sehat yang didukung teknologi.
Presiden dan CEO Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Simon Wang, menjelaskan, kampanye tahun ini dirancang untuk memperluas kolaborasi internasional dan memperkenalkan berbagai inovasi kesehatan Taiwan kepada dunia.
"Kampanye tahun ini akan dipadukan dengan serangkaian pameran dagang internasional dan kegiatan peluang bisnis untuk secara sistematis membawa kekuatan inovatif Taiwan dalam bidang sepeda, teknologi olahraga, dan layanan kesehatan cerdas ke panggung dunia," kata Simon Wang.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara perusahaan Taiwan dengan pelaku industri global, investor, hingga startup yang bergerak di sektor kesehatan.
Lebih lanjut, Taiwan juga menghadirkan zona pengalaman bertajuk Health AI Hub yang menampilkan berbagai teknologi masa depan di bidang kesehatan dan kebugaran.
Zona tersebut memperlihatkan bagaimana AI, perangkat pintar, serta teknologi kesehatan presisi dapat digunakan untuk membantu masyarakat menjaga kualitas hidup sejak dini.
Berbagai perusahaan teknologi Taiwan turut memamerkan inovasi mereka, mulai dari solusi mobilitas rendah karbon, olahraga pintar berbasis data, hingga sistem layanan kesehatan yang mendukung pemantauan kondisi tubuh secara lebih akurat dan personal.
Keseriusan Taiwan dalam membangun ekosistem kesehatan global berbasis teknologi terlihat dari antusiasme internasional terhadap program tersebut. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2025, kampanye Go Healthy with Taiwan berhasil menarik 638 proposal dari 55 negara.
Tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 800 proposal dari berbagai belahan dunia untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menciptakan solusi kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, Taiwan berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat inovasi kesehatan dunia sekaligus mendorong terciptanya layanan kesehatan yang lebih cepat, presisi, dan inklusif bagi masyarakat global.
Kampanye ini telah dibuka hingga 5 Agustus 2026. Tiga proposal terbaik nantinya akan mendapatkan dukungan pendanaan masing-masing sebesar 30.000 dolar Amerika Serikat untuk membantu merealisasikan solusi kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat dunia.










