Jutaan Pasangan Indonesia Sulit Punya Anak, Kemenkes Dorong Fertilitas dan Bayi Tabung
JAKARTA, iNews.id – Jutaan pasangan di Indonesia kesulitan memiliki anak. Menanggapi itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pentingnya penguatan layanan fertilitas di Indonesia untuk membantu jutaan pasangan yang mengalami infertilitas atau kesulitan mendapatkan keturunan.
Menurut Dante, saat ini sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia menghadapi masalah infertilitas. Angka tersebut setara dengan sekitar empat hingga enam juta pasangan yang membutuhkan bantuan medis.
Dia mengatakan, layanan fertilitas memiliki makna yang berbeda dibandingkan pelayanan kesehatan lainnya. Sebab, pasangan yang datang tidak hanya mencari kesembuhan, tetapi juga membawa harapan untuk memperoleh buah hati.
“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda, yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Dante.
Saat ini Indonesia telah memiliki layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) yang tersebar di 59 rumah sakit berizin di 15 provinsi.
Salah satu pusat layanan tersebut berada di RSCM melalui Klinik Yasmin yang menyediakan delapan layanan utama. Mulai dari penanganan infertilitas dan bayi tabung, gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause hingga preservasi fertilitas.
Dante berharap keberadaan fasilitas fertilitas yang semakin lengkap dapat menghadirkan layanan yang lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi modern. Dengan demikian, semakin banyak pasangan yang mengalami infertilitas dapat memperoleh kesempatan untuk memiliki keturunan.










