Projo: Tokoh Politik Harus Contoh Jokowi yang Rajin Menyapa Rakyat

Projo: Tokoh Politik Harus Contoh Jokowi yang Rajin Menyapa Rakyat

Terkini | inews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 00:05
share

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Projo, Freddy Damanik menilai langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyapa masyarakat dengan berkeliling daerah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Menurutnya, sikap Jokowi seharusnya menjadi contoh bagi para tokoh politik hingga pimpinan partai.

“Iya memang per hari ini Pak Jokowi kan saya katakan tadi bukan presiden lagi, rakyat biasa tetapi mantan presiden 2 periode, presiden ke-7 ya. Tokoh nasional ya, seorang negarawan dan mengunjungi masyarakat itu ya, itu biasa saja di dalam apa namanya negara demokrasi ini,” ucap Freddy dalam program Interupsi bertajuk 'Bersiap 2029, Jokowi: Siap Keliling Indonesia' yang disiarkan di iNews, Kamis (28/5/2026).

Freddy menegaskan, kedekatan Jokowi dengan masyarakat bukan sesuatu yang baru. Menurut dia, karakter tersebut sudah terlihat sejak Jokowi menjabat sebagai wali kota, gubernur hingga Presiden RI dua periode.

Dia juga menilai aktivitas turun langsung ke masyarakat seharusnya ditiru para elite politik di Indonesia. 

“Justru seharusnya tokoh-tokoh politik, politisi, ketua-ketua umum partai mencontoh pak Jokowi menyapa rakyat,” tuturnya.

Sebelumnya, Freddy menegaskan bahwa rencana Jokowi untuk berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 tidak boleh dimaknai sebagai bagian dari persiapan kontestasi Pilpres 2029.  

Freddy menjelaskan, pola kegiatan Jokowi tersebut bukan hal baru karena sudah dilakukan sejak sebelum menjadi Presiden hingga setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

“Nah, tentunya tujuan-tujuan itu tentukan biasa dari bapak Jokowi sebelum jadi Presiden ya maupun selama jadi presiden dan sekarang setelah nggak jadi Presiden polanya sama. Jadi polanya itu adalah misalnya kami relawan, kami relawan, ‘Pak datang dong kemari, kemari, kemari’, nah kemudian nanti pak Jokowi verifikasi katakan begitu barulah beliau datang,” tuturnya.

Menurutnya, agenda tersebut murni untuk memenuhi undangan relawan dan masyarakat di berbagai daerah. 

“Jadi memang apa namanya menghadiri undangan ya baik relawan maupun masyarakat tokoh-tokoh masyarakat. Jadi sebetulnya hanya sebatas itu saja. Jadi jangan apa ya, jangan dimaknai jangan di framing terlalu jauh untuk kontestasi Pilpres ataupun Pileg 2029,” ucapnya.

Topik Menarik