Jangan Asal Minum Suplemen Vitamin B6, Berlebih Bisa Ganggu Saraf!

Jangan Asal Minum Suplemen Vitamin B6, Berlebih Bisa Ganggu Saraf!

Gaya Hidup | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34
share

JAKARTA, iNews.id - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan terus meningkat, termasuk dalam penggunaan suplemen vitamin. Salah satu nutrisi yang kini banyak dikonsumsi adalah vitamin B6. 

Vitamin B6 dikenal berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, metabolisme tubuh, hingga sistem kekebalan. Namun di balik tren konsumsi suplemen tersebut, masyarakat diingatkan untuk memahami dosis aman vitamin B6 agar manfaat yang diperoleh tetap optimal tanpa memicu risiko kesehatan.

Ahli Neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Prof Rizaldy Taslim Pinzon menjelaskan bahwa pendekatan terbaik bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya sesuai kebutuhan dan berbasis ilmu pengetahuan.

"Pendekatan yang tepat bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya berbasis ilmu pengetahuan dan sesuai kebutuhan individu," ujar Prof Pinzon pada iNews.id, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, vitamin B6 merupakan nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh. Kebutuhan harian orang dewasa berkisar 1,3 hingga 2,0 mg per hari dan umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan seimbang seperti konsumsi ikan, daging unggas, telur, kentang, pisang, serta kacang-kacangan.

Meski begitu, ada sejumlah kelompok yang berpotensi membutuhkan tambahan suplemen vitamin B6, di antaranya ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit ginjal, pengguna obat jangka panjang terutama obat tuberkulosis dan antikejang, hingga individu dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Di sisi lain, para dokter spesialis saraf juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan dosis vitamin B6. Hal ini terutama terjadi pada individu yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen secara bersamaan.

Meski kasus neuropati perifer akibat vitamin B6 tergolong jarang, konsumsi berlebihan tetap dapat memicu gejala seperti kesemutan atau mati rasa. Kabar baiknya, gejala awal tersebut umumnya bersifat reversibel atau dapat membaik apabila asupan segera disesuaikan.

"Untuk memperkuat penggunaan berbasis bukti, panel ahli multidisiplin dari kawasan Asia Pasifik telah merumuskan panduan penggunaan vitamin B6 yang aman," ujar Prof Pinzon. 

"Panduan ini menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, serta pemantauan yang tepat, baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat," tambahnya.

Dia menambahkan, bagi individu sehat, batas aman konsumsi vitamin B6 umumnya tidak melebihi 100 mg per hari. Sementara penggunaan terapeutik dapat mencapai 600 mg per hari, namun harus berada dalam pengawasan ketat tenaga medis.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi suplemen. Beberapa langkah yang disarankan antara lain membaca label produk dengan cermat, menghindari konsumsi beberapa produk vitamin B secara bersamaan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika ragu terkait dosis atau penggunaan jangka panjang.

Apabila muncul gejala seperti kesemutan atau mati rasa, penggunaan suplemen sebaiknya segera dihentikan dan dikonsultasikan ke dokter.

"Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, penting untuk mengedepankan panduan berbasis sains dibandingkan sekadar mengikuti tren," ujar Prof Pinzon.

Para ahli menegaskan, penggunaan suplemen vitamin B6 yang tepat dapat memberikan manfaat klinis nyata, mulai dari menjaga fungsi sistem saraf, meningkatkan energi, hingga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, edukasi berkelanjutan, pelabelan yang jelas, dan akses terhadap informasi kredibel dinilai penting untuk memastikan penggunaan suplemen yang aman dan efektif.

Topik Menarik