Modest Fashion Makin Diterima Gen Z dan Non-Hijab, Alasannya Mengejutkan!

Modest Fashion Makin Diterima Gen Z dan Non-Hijab, Alasannya Mengejutkan!

Gaya Hidup | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 12:13
share

JAKARTA, iNews.id - Modest fashion kini tidak lagi identik dengan gaya busana formal atau hanya menyasar perempuan berhijab. Dalam beberapa tahun terakhir, tren fashion ini justru semakin diterima kalangan Gen Z hingga non-hijab.

Fenomena itu terlihat dalam gelaran bazaar fashion muslim seperti Locapop yang belakangan ramai dipadati anak muda. Menariknya, pengunjung yang datang tak hanya berasal dari komunitas modest wear, tetapi juga pemburu fashion kasual yang mencari outfit bergaya clean look dan earthy tone yang sedang populer di media sosial.

Head Creative Locapop Eras Pragitha mengatakan, perubahan selera pasar membuat modest fashion kini berkembang jauh lebih luas dibanding beberapa tahun lalu.

"Sekarang fashion item yang dijual itu makin variatif. Jadi bukan hanya untuk teman-teman hijab saja, tapi teman-teman non-hijab juga bisa menikmati dan membeli fashion item di bazaar ini," ujar Eras pada iNews.id, Kamis (28/5/2026).

Koleksi modest fashion. (Foto: Istimewa)

Menurut dia, desain modest fashion saat ini juga mengalami perubahan signifikan karena brand lokal mulai membaca kebutuhan Gen Z yang menyukai pakaian simpel, wearable, tetapi tetap stylish.

"Sekarang modest fashion bukan cuma soal syar’i. Orang mencari outfit yang nyaman dipakai sehari-hari, tetap sopan, tapi masih cocok buat nongkrong, kerja, atau bikin konten," katanya.

Perubahan tren tersebut membuat banyak brand lokal mulai menghadirkan koleksi dengan potongan oversized, warna netral, outer multifungsi, hingga material ringan yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian.

Di gelaran bazaar yang berlangsung di AEON Mall Jakarta Garden City itu, puluhan brand menghadirkan koleksi fashion dengan konsep lebih kasual dan dekat dengan gaya anak muda.

Brand CRA Outfit menawarkan koleksi daster motif dengan desain modern seharga Rp99 ribu. Sementara Bydevina menghadirkan koleksi couple ibu dan anak dengan nuansa minimalis. Ada pula Kheva Mauza yang menjual outer dan kemeja estetik dalam promo dua potong Rp250 ribu.

Selain itu, brand seperti FWDaily juga ramai diburu Gen Z karena menawarkan outfit estetik dengan harga mulai Rp30 ribuan.

Tidak hanya soal model, faktor harga juga menjadi alasan modest fashion semakin diminati. Berbagai bazaar offline saat ini menghadirkan diskon besar hingga 75 persen yang membuat anak muda lebih tertarik datang langsung dibanding berbelanja online.

Eras mengungkapkan, saat ini banyak brand memang mulai memberi perhatian lebih pada penjualan offline karena penjualan marketplace mengalami perlambatan.

"Brand sekarang lebih fokus ke offline market karena secara online penjualannya sedang menurun. Jadi mereka kasih special item dan special offers yang memang cuma bisa didapat kalau datang ke bazaar," ujarnya.

Dia menilai, bazaar kini bukan lagi sekadar tempat belanja, tetapi sudah menjadi ruang sosial baru bagi anak muda. Karena itu, konsep event fashion juga mulai dikombinasikan dengan kuliner, musik, hingga aktivitas komunitas.

"Sekarang orang datang ke bazaar bukan cuma beli baju. Mereka cari experience juga, bisa sunset-an, nongkrong, makan, dan ketemu komunitas," kata Eras.

Menurutnya, tren ini menjadi peluang besar bagi brand lokal untuk membangun kedekatan langsung dengan konsumen di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Fenomena modest fashion yang semakin diterima Gen Z dan non-hijab ini menunjukkan bahwa industri fashion lokal kini bergerak ke arah yang lebih inklusif. Tidak lagi terbatas pada identitas tertentu, modest fashion kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda urban yang mengutamakan kenyamanan dan estetika.

Topik Menarik