Viral Siswi Berprestasi di Makassar Gagal Jadi Paskibraka Nasional gegara Tak Bisa Bahasa Daerah
MAKASSAR, iNews.id - Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi di Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Polemik muncul setelah siswi berprestasi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, gagal berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi Paskibraka nasional usai tersingkir di tingkat provinsi.
Cathlyn yang merupakan siswi SMA Cerdas Bangsa Makassar sebelumnya dikabarkan masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal calon Paskibraka tingkat nasional perwakilan Sulsel. Namun, namanya belakangan tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional.
Kondisi tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme penilaian dan proses seleksi yang dinilai kurang terbuka.
Nama Cathlyn pun ramai diperbincangkan karena disebut memperoleh nilai sempurna dalam tes seleksi. Di sisi lain, berkembang informasi bahwa dia tidak fasih berbahasa daerah. Cathlyn diketahui memiliki kemampuan dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Mandarin.
Polemik tersebut kemudian mendapat perhatian dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Munafri mengaku prihatin atas situasi yang dialami siswi asal Makassar tersebut. Dia berharap seluruh tahapan seleksi dapat berjalan objektif, profesional dan menjunjung prinsip keadilan.
"Kan peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," ujar Munafri dikutip dari akun IG @infopemkotmakassar, Kamis (28/5/2026).
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu mengaku tidak mengetahui secara detail proses penilaian di tingkat provinsi. Namun, dia menaruh perhatian terhadap informasi yang berkembang terkait adanya reposisi peserta.
"Saya tidak tahu persis apa kendala, tapi kan kami Pemerintah Kota punya perhatian, apalagi dengar-dengar ada reposisi," katanya.
"Padahal nilainya siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini," ujarnya lagi.
Menurut Appi, hal yang paling penting untuk dijaga adalah kondisi mental dan semangat para peserta yang telah menjalani seluruh tahapan seleksi Paskibraka.
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Korban yang Terjepit 10 Jam Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi
"Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," ucapnya.










