Trump Bantah Iran dan Oman Akan Kendalikan Selat Hormuz sebagai Bagian Kesepakatan Damai

Trump Bantah Iran dan Oman Akan Kendalikan Selat Hormuz sebagai Bagian Kesepakatan Damai

Berita Utama | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 06:46
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis laporan bahwa Iran dan Oman akan mengendalikan Selat Hormuz sebagai bagian dari perundingan damai untuk mengakhiri konflik. Trump menegaskan tak ada satu negara pun yang akan mengendalikan jalur perairan strategis, urat nadi pasokan energi dunia tersebut.

Sebelumnya stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan, Teheran memperoleh draf tidak resmi proposal damai yang akan memulihkan lalu lintas Selat Hormuz kembali seperti sedia kala saat sebelum perang dalam waktu sebulan. Draf itu juta menyebutkan, Iran dan Oman bersama-sama akan mengelola lalu lintas Selat Hormuz.

Selain itu, AS akan mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan Iran serta menarik pasukan dari sekitar negara itu.

Bukan hanya itu, Trump kini mengancam Oman, negara yang memiliki hubungan militer dan ekonomi selama beberapa dekade dengan AS.

“Tidak ada yang akan mengendalikan (Selat Hormuz),” kata Trump, dalam rapat kabinet, Rabu (27/5/2026).

“Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita akan meledakkan mereka. Mereka paham itu, mereka akan baik-baik saja," ujarnya, mengancam.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari Oman terkait ancaman baru Trump tersebut.

“Kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya, itu bagian dari negosiasi yang kami lakukan,” kata Trump, menegaskan.
Trump juga mendesak Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham yakni menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Negara-negara tersebut jelas menolak permintaan itu.

Permintaan itu kembali diangkat Trump dalam rapat kabinet.

“Sejujurnya, saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya,” kata Trump, mengancam.


Pernyataan Trump itu menunjukkan, kesepakatan damai AS-Iran masih jauh dari ujung, yakni mengakhiri konflik. Masih ada poin-poin kesepakatan, bahkan belum termasuk program nuklir, yang belum menemui kata sepakat.

Di sisi lain, Trump berulang kali mengatakan sejak gencatan senjata pada awal April lalu bahwa kesepakatan dama dengan Iran sudah dekat.

Poin-poin yang masih menjadi kendala dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan nasib uranium yang diperkaya Iran.

Iran juga menghendaki AS mencabut sanksi serta mencairkan dana yang dibekukan di luar negeri.

Topik Menarik