Menkes Imbau Jangan Takut Makan Daging Kambing saat Iduladha, Imbangi Sayuran dan Buah

Menkes Imbau Jangan Takut Makan Daging Kambing saat Iduladha, Imbangi Sayuran dan Buah

Terkini | inews | Rabu, 27 Mei 2026 - 08:48
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tidak takut mengonsumsi daging kambing saat perayaan Iduladha. Menurutnya, anggapan daging kambing selalu menjadi penyebab kolesterol tinggi dan hipertensi tidak sepenuhnya benar.

Lewat konten edukasi kesehatan 'Budi Gemar Sharing (BGS)' di Instagram, Budi mengatakan daging kambing selama ini kerap disalahkan ketika seseorang mengalami masalah kesehatan setelah makan hidangan kurban.

"Kasihan nih si kambing selalu dituduh menjadi kambing hitam. Dibilang kolesterolnya tinggi lah, lemak jenuhnya tinggi," ujar Budi, dikutip Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, kandungan lemak jenuh pada daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing, kadar lemak jenuhnya hanya sekitar 0,72 gram, sedangkan pada daging sapi mencapai 3 gram.

Tak hanya itu, kandungan kolesterol daging kambing juga disebut lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging lain. Daging kambing memiliki sekitar 64 mg kolesterol per 100 gram, sementara daging sapi sekitar 73 mg dan ayam 76 mg.

Karena itu, Menkes meminta masyarakat tidak perlu berlebihan merasa khawatir saat menikmati hidangan khas Iduladha, termasuk sate maupun gulai kambing. Menurutnya, yang lebih penting adalah memperhatikan cara memasak serta jumlah konsumsi.

Budi menilai lonjakan kolesterol atau tekanan darah saat Iduladha lebih sering dipicu oleh penggunaan santan, garam, minyak, serta konsumsi makanan berlebihan dalam waktu singkat.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola makan seimbang selama momen hari raya. Konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan sayur, buah, dan aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat.

“Jangan tinggalkan daging kurban kalian, atur aja jumlahnya agar tetap sehat,” ujar Menkes Budi.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi edukasi agar masyarakat tidak lagi langsung mengaitkan daging kambing dengan berbagai masalah kesehatan tanpa memahami kandungan gizinya secara menyeluruh.

Topik Menarik