Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Didampingi Sejumlah Menteri

Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Didampingi Sejumlah Menteri

Berita Utama | inews | Rabu, 27 Mei 2026 - 10:08
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026). Tampak Gibran ditemani putra sulungnya, Jan Ethes.

Pantauan iNews di lokasi, Gibran dan Jan Ethes sama-sama mengenakan baju koko berwarna hijau. Terlihat Gibran juga memakai peci hitam.

Gibran langsung mengisi saf terdepan didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Tampak sejumlah menteri turut hadir pada salat Iduladha di Masjid Istiqlal, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hingga Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Sejumlah duta besar perwakilan negara sahabat di Indonesia juga turut hadir, salah satunya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A K Al-Sattiri.

Pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan". Ini sejalan dengan tema besar Kementerian Agama mengenai ekoteologi dan teologi cinta.

Bertindak sebagai khatib dalam salat Iduladha adalah Rektor Universitas Islam negeri (UIN) Alauddin Makassar Hamdan Juhannis dengan menyampaikan khotbah berjudul "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan".

Dalam khotbahnya, Hamdan menyampaikan terkait kesabaran, di mana manusia harus belajar untuk rendah hati.

"Sabar adalah kemampuan mengelola diri di tengah era disrupsi, kehidupan bergerak tanpa arah yang bisa diprediksi," ucap Hamdan.

Hamdan menyampaikan, sabar tidak lagi identik dengan perilaku bertahan dalam penderitaan, tetapi juga ketahanan mental dalam fenomena distraksi. Menurutnya, sabar merupakan kemampuan untuk menjaga produktivitas di tengah kehidupan yang serba salah fokus.

"Dalam relasi kemanusiaan, sabar juga berubah wajah. Sabar bukan sekadar menahan marah, tetapi kemampuan memahami sebelum menghakimi," tuturnya.

Topik Menarik