Efek Lapangan Hijau: Konstruksi Sosial-Politik di Balik Perayaan Juara Arsenal
Ahmad Setyono
Jurnalis & Magister Ilmu Komunikasi
SETELAH 22 tahun puasa gelar, akhirnya Arsenal kembali mengangkat trofi Liga Inggris. Namun euforia kemenangan klub asal London itu ternyata tidak hanya dirayakan para penggemar sepak bola. Berbagai institusi pemerintah, partai politik, BUMN, hingga organisasi sosial ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan kepada publik melalui media sosial.
"Perjalanan panjang Arsenal hingga kembali menjuarai Liga Inggris menunjukkan bahwa sebuah hasil besar membutuhkan proses, konsistensi, dan kesabaran yang tidak singkat. Hal yang sama juga berlaku dalam pembentukan Peraturan Daerah di DPRD DIY. Setiap kebijakan disusun melalui berbagai tahapan dan pembahasan agar dapat menghasilkan regulasi yang matang serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat," demikian unggahan akun @DPRD_DIY di platform Instagram.
Akun @fraksipksdprri menulis, "Kebangkitan itu nyata! Kesabaran berbuah kemenangan. Semoga mengalir terus semangat untuk bangkit, berjuang, dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita. Seperti Arsenal yang terus percaya hingga kembali meraih kejayaan." Sementara akun salah satu parpol mengunggah, "Belajar sabar dari fans Arsenal. Buka puasa sesungguhnya, akhirnya Arsenal juara juga."
Tak hanya instansi atau parpol, sejumlah lembaga sosial juga memanfaatkan euforia Arsenal di seluruh dunia untuk menyampaikan pesan-pesannya di platform media sosial. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui akun @umsofficialid menulis, "Percaya pada proses, hasil akan mengikuti. Saatnya berkata lawan untuk putus asa dan menyerah pada keadaan. Man jadda wa jada," disertai poster tim Arsenal mengangkat piala.
Akun @kitabisa, sebuah organisasi filantropi, menulis di platform X: "Penantian 22 tahun lunas! Selamat buat Arsenal resmi Juara Premier League! Bukti kalau "Trust The Process" & pengorbanan itu hasilnya manis."
Bahkan salah satu BUMN di bidang konstruksi, Hutama Karya, pun di platform IG menulis: "Ada yang akhirnya kembali mengangkat trofi setelah 22 tahun. Ada juga yang akhirnya menyambungkan konektivitas baru di Sumatera Utara," dengan poster salah satu pemain Arsenal, Declan Rice.
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kekerasan di Daycare Little Aresha, Kini Sudah 13 Orang
Di tingkat global, akun @Iran_Ghana menulis di platform X: “Arsenal finally won the Premier League after 22 years of patience and trusting the "Process." They clearly studied some country's playbook. An insider in the club says the country's name rhymes with "he ran", but they never ran. Instead, they built their own 'arsenal', trained their own 'gunners', and trusted their own 'process' for 47 years."
Bahkan akun resmi WhatsApp sampai harus mengubah identitas warna hijau khas WhatsApp menjadi merah, warna identik Arsenal. Salah satu aplikasi percakapan paling populer itu mengunggah, “We love you Arsenal, we do.”
Mengapa euforia gelar Arsenal menjadi magnet bagi berbagai institusi untuk dimanfaatkan sebagai momentum menyampaikan pesan-pesan mereka?
Efek Global Arsenal
Euforia selebrasi dan berbagai konten terkait kesuksesan Arsenal trending dan viral hingga lebih dari tiga hari di berbagai platform media sosial seperti X, TikTok, dan Instagram. Bahkan hingga partai terakhir EPL pada Minggu, 24 Mei, topik Arsenal tiada henti dibahas.
Menurut akun @footysm di platform X, perayaan gelar Arsenal mencatatkan jumlah penonton langsung tertinggi untuk perayaan gelar juara dalam dua dekade terakhir.
Penyerahan trofi ini mengundang 7,3 juta penonton live di sejumlah platform dibandingkan dengan 3 juta penonton saat Liverpool merayakan gelar juara musim lalu. Di berbagai belahan dunia, mulai dari London sebagai markas Arsenal hingga Asia, Afrika, dan Amerika, ratusan ribu fans Arsenal turun ke jalan merayakan gelar juara.
Dalam ilmu komunikasi, fenomena ini bisa kita lihat sebagaimana yang disebut Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch sebagai Teori Uses and Gratifications (U&G). Menurut teori ini, pengguna media (termasuk media sosial) memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan suatu media. Pengguna media berusaha mencari sumber informasi tepercaya untuk memenuhi kebutuhannya.
Intinya, pemilihan media oleh khalayak berdasarkan kepuasan, keinginan, kebutuhan, atau motif. Jadi ini tentang bagaimana orang menggunakan media untuk kebutuhan mereka sendiri dan merasa puas ketika kebutuhan mereka terpenuhi sesuai target. Dalam kasus ini, berbagai institusi baik pemerintah daerah, partai politik, lembaga sosial, maupun BUMN memanfaatkan tren dan algoritma kesuksesan Arsenal untuk mengirimkan pesan dan agenda mereka. Dengan demikian, lembaga atau organisasi tersebut memanfaatkan euforia Arsenal sesuai kepentingan dan strategi mereka.
Kunci Sukses: Percaya Proses
Keberhasilan Mikel Arteta mengantarkan Arsenal merebut gelar Premier League memang bukan semata kisah sukses sebuah tim di lapangan hijau. Ini adalah pelajaran dan penegasan kembali tentang proses sebuah kesuksesan dalam manajemen sebuah organisasi atau institusi. Tidak ada kesuksesan instan karena semua membutuhkan proses dan dipengaruhi berbagai faktor.
Kesabaran dan keyakinan manajemen Arsenal terhadap Arteta sebagai pelatih kepala selama hampir tujuh tahun patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, di tengah tren pemecatan manajer yang dinilai gagal memenuhi target atau tujuan klub, di tengah tuntutan fans untuk memecat Arteta, manajemen Arsenal tetap bertahan dan mempercayai Arteta. Padahal sejumlah manajer klub EPL yang dipecat itu baru menjabat beberapa tahun.
Karena itu, bisa dipahami benang merah unggahan berbagai institusi tersebut dari kasus Arsenal adalah sebuah hasil besar yang membutuhkan proses, konsistensi, dan kesabaran. Trust the process.
Secara historis, Arsenal adalah klub yang dibangun di atas nilai dan tradisi kuat. Nilai dan tradisi Arsenal berakar pada sejarahnya sebagai klub pekerja gudang senjata, menekankan pada permainan yang indah (The Arsenal Way), keharmonisan tim, serta ikatan komunitas yang kuat.
Filosofi yang kemudian menjadi moto Arsenal yakni Victoria Concordia Crescit, yang berarti "Kemenangan melalui Harmoni". Kebersamaan tim selalu diprioritaskan di atas kepentingan individu.









