Kyiv Membara! Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal Balistik, Warga Panik Berhamburan

Kyiv Membara! Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal Balistik, Warga Panik Berhamburan

Terkini | inews | Senin, 25 Mei 2026 - 21:28
share

KYIV, iNews.id - Rusia mengonfirmasi telah meluncurkan serangan besar-besaran ke Ukraina menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik dan berbagai misil canggih lainnya pada Minggu (24/5/2026). Serangan masif itu membuat ibu kota Kyiv membara dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Dalam gelombang serangan terbaru, Rusia disebut mengerahkan sekitar 600 drone tempur dan 90 rudal balistik untuk menggempur sejumlah wilayah Ukraina, termasuk Kyiv. Serangan tersebut memicu kepanikan warga dan kerusakan besar pada fasilitas publik.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi militer itu dilakukan sebagai respons atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia. 

“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, serta rudal jelajah Tsirkon,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip Reuters.

Rudal Oreshnik diketahui merupakan rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM) buatan Rusia yang mampu melesat hingga Mach 10 atau sekitar 12.300 kilometer per jam. Rudal itu juga disebut mampu membawa hulu ledak nuklir dan pertama kali digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina pada 2024.

Kepanikan melanda warga Kyiv saat sirene serangan udara meraung di berbagai wilayah kota. Warga sipil terlihat berlarian menuju bunker bawah tanah untuk menghindari hujan rudal dan drone yang menghantam ibu kota Ukraina.

Ledakan besar terdengar di sejumlah titik dan memicu kebakaran hebat serta kerusakan bangunan. Situasi mencekam terjadi ketika warga berusaha menyelamatkan diri di tengah rentetan serangan yang berlangsung bertubi-tubi.

Sebelumnya, Ukraina melaporkan serangan rudal dan drone sejak dini hari Minggu telah menewaskan sedikitnya empat orang dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Gelombang serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas aksi Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di timur Ukraina.

Di sisi lain, Rusia juga menuding serangan Ukraina menghantam kawasan kampus di Lugansk dan menyebabkan 18 orang tewas serta 42 lainnya luka-luka.

Topik Menarik