Kronologi 2 Pelajar SMA Pemalang Hilang saat Latihan Dayung hingga Ditemukan Tewas

Kronologi 2 Pelajar SMA Pemalang Hilang saat Latihan Dayung hingga Ditemukan Tewas

Berita Utama | inews | Senin, 25 Mei 2026 - 14:08
share

PEMALANG, iNews.id - Nasib tragis dialami dua pelajar SMA asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang hilang saat latihan dayung di Sungai Penggarit, Kecamatan Taman. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, keduanya akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi berbeda pada Senin (25/5/2026).

Kedua korban diketahui bernama Alfi dan Alif, masing-masing berusia 16 tahun. Mereka merupakan siswa kelas X SMA PGRI 2 Pemalang.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (23/5/2026) sore ketika salah satu korban mengajak temannya untuk latihan dayung di kawasan Sungai Laes, Desa Penggarit, Kecamatan Taman.

Tanpa didampingi pelatih maupun sepengetahuan organisasi dayung, keduanya berangkat menggunakan perahu kayak untuk berlatih di sungai.

Kapolsek Taman, Iptu Widik Triatno mengatakan kedua korban berlatih secara mandiri di luar jadwal resmi.

"Salah satu korban mengajak temannya untuk berlatih dayung di hari Sabtu. Tanpa sepengetahuan organisasi mereka latihan sendiri," katanya, Senin (25/5/2026).

Namun hingga malam hari, kedua korban tidak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian mencoba mencari keberadaan mereka di sekitar sungai.

Saat melakukan pencarian, keluarga menemukan sepeda motor milik salah satu korban masih terparkir di kawasan Benowo. Sementara perahu kayak dan dayung yang digunakan tidak berada di tempat penyimpanan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian bersama relawan dan warga.

"Kami lakukan pencarian sampai Minggu malam dan tidak menemukan. Pagi ini kami lanjutkan pencarian dan menemukan jenazah korban," ujarnya.

Pencarian berlangsung selama dua hari dengan menyisir aliran Sungai Penggarit dan kawasan sekitar lokasi latihan dayung.

Korban pertama bernama Alif ditemukan pada Senin pagi di sekitar pintu air. Beberapa jam kemudian, korban kedua bernama Alfi ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo mengatakan kedua korban diketahui melakukan latihan di luar jadwal resmi.

"Korban ini sedang latihan dayung di luar jadwal pada hari Sabtu lalu. Kemudian kami dapat laporan korban hilang ini sudah 24 jam setelah kejadian lalu dilakukan pencarian sejak kemarin," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Saradan, Herry Kuswadiyono menyebut kedua korban sempat berpamitan kepada keluarga sebelum berangkat latihan.

"Kedua korban ini warga kami. Mereka pamit kepada keluarga untuk berlatih, ditunggu sampai malam tidak pulang lalu dilakukan pencarian dan dilaporkan ke polisi," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian terkait pentingnya pengawasan dalam aktivitas olahraga air, khususnya latihan dayung di sungai. Masyarakat diimbau agar saat beraktivitas olahraga air dilakukan dengan pendampingan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan.

Topik Menarik