Cerita Istri WNI yang Diculik Israel, Ungkap Detik-Detik Suami Putus Kontak di Tengah Misi ke Gaza

Cerita Istri WNI yang Diculik Israel, Ungkap Detik-Detik Suami Putus Kontak di Tengah Misi ke Gaza

Terkini | inews | Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:36
share

JAKARTA, iNews.id - Iis Khalifah, istri aktivis kemanusiaan Asad Aras Muhammad yang sempat diculik militer Israel, mengungkap ketegangan yang dialami keluarga saat menunggu kabar suaminya di tengah misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza. Sejak mendengar kapal misi berlayar menuju perairan Gaza, keluarga diliputi rasa khawatir.

Namun, kata dia, kekhawatiran itu bukan semata soal keselamatan suaminya, melainkan juga terkait keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.

Dia mengatakan, sekalipun misi itu tidak berhasil mencapai Gaza, setidaknya dunia bisa melihat kondisi yang terjadi di Palestina.

“Pas kita dengar misi Global Flotilla tentunya ya, pasti khawatir. Kita khawatirnya itu bukan karena bagaimana kondisi suami saya ya, tapi bagaimana ini misi ini berhasil atau tidak, menembus sampai perairan Gaza atau tidak,” kata Iis di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Ketegangan keluarga semakin bertambah karena selama masa penahanan, Iis sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan suaminya. Menurutnya, para peserta misi memiliki standar operasional prosedur atau SOP untuk membuang telepon genggam begitu kapal mereka disergap militer Israel.

“Saat penahanan tidak ada (video), karena yang saya tahu HP suami itu atau HP semua peserta ketika ada intercept ataupun bagian dari militer yang mendekati perahu-perahu mereka atau kapal-kapal mereka, maka HP peserta itu wajib dibuang ke laut, seperti itu. Jadi tidak ada komunikasi,” katanya.

Iis mengatakan komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam sebelum penahanan.

Saat ini, kata Iis, suaminya telah berada di Istanbul, Turki untuk menjalani visum dan pengurusan administrasi sebelum kembali ke Indonesia. Namun, keluarga masih menunggu kepastian jadwal kepulangan.

“Update terbaru untuk suami ya, saat ini saya tahunya masih di Turki yaitu melakukan visum, kemudian pengurusan administrasi mungkin ya, atau pengurusan bagaimana kelanjutannya untuk kembali ke tanah air. Tapi kita belum ada update terbaru lagi, seperti itu,” kata dia.

Karena itu, Iis berharap pemerintah Indonesia, khususnya Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, segera membantu pemulangan sembilan delegasi Indonesia yang sempat ditahan militer Israel.

“Alhamdulillah suami saya sudah tiba di Turki, Alhamdulillah. Tapi kami harapkan dari pemerintah terutama Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia bisa segera bekerja sama melindungi warga negaranya dan memberikan kemudahan untuk suami dan teman-temannya atau sembilan delegasi yang lainnya untuk kembali pulang ke Tanah Air dengan selamat dan dipermudah,” kata Iis.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak sembilan WNI yang sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya dibebaskan. Mereka masih menunggu proses pemulangan ke Tanah Air lebih lanjut.

WNI yang ditangkap antara lain Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, Bambang Noroyono, Andre Prasetyo Nugroho, Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasano, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo.

Topik Menarik