Pengacara Desak Polda Metro Hentikan Perkara Roy Suryo cs: Tak Layak Ditindaklanjuti
JAKARTA, iNews.id - Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya menghentikan perkara kliennya yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa terkait dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Refly menegaskan, perkara tersebut tak layak ditindaklanjuti.
"Bahkan saya berkali-kali mengatakan, jangankan dilakukan penyelidikan dan penyidikan serta penersangkaan, itu diterima saja laporannya tidak layak sebenarnya. Karena ini adalah sebuah kegiatan akademik ya, yang menilai atau meneliti mengenai ijazah pejabat publik atau mantan pejabat publik yang memang berada di ranah publik berdasarkan UU KIP," kata Refly di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Refly turut merespons pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto yang menyebut penyidik akan melimpahkan perkara Roy Suryo cs ke Kejaksaan (P21). Menurutnya, pernyataan itu lebih bersifat normatif.
Refly menilai, Kabid Humas Polda Metro tak tahu kapan penyidik melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan.
"Itu pernyataan yang normatif sifatnya. Dan yang kedua, dia juga tidak tahu persis apakah memang akan P21 atau tidak. Intinya dia membantah kalau tidak P21, tapi apakah akan P21, dia juga tidak tahu," ucapnya.
"Nah, karena itu menurut saya apa yang disampaikan dia itu, ya memang dia doing his job sebagai humas. Kan humas kalau ditanya pasti tidak mungkin tidak jawab," tambahnya.
Menurutnya, penanganan perkara ini juga terlampau telah melebihi batas waktu yang diatur dalam KUHAP baru.
"Jadi kalau kami hitung sejak misalnya pelimpahan P19 misalnya, itu pelimpahan pertama itu pada tanggal 13 Januari, kemudian dikembalikan pada hari ke-13, berarti tanggal 26 Januari, dan seharusnya cuma ada waktu 14 hari untuk melimpahkan berkas P19 ke Kejaksaan Tinggi DKI dari penyidik Polda Metro Jaya, maka lampaunya waktu itu sudah bertambah-tambah," katanya.










