Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter

Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Kamis, 21 Mei 2026 - 20:24
share

JAKARTA, iNews.id - Jus jambu merah sudah lama dipercaya masyarakat sebagai minuman andalan untuk membantu pemulihan pasien demam berdarah dengue (DBD). Banyak orang meyakini jus ini mampu menaikkan trombosit dengan cepat. Namun, benarkah demikian?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yudha Friatna, Sp.PD, menjelaskan, anggapan bahwa jus jambu merah bisa meningkatkan trombosit ternyata belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

"Jus jambu ataupun buah naga itu tidak punya bukti ilmiah yang cukup bisa meningkatkan trombosit," ujar dr Yudha dalam podcast Hola Dok, Kamis (21/5/2026).

Meski begitu, dia menegaskan jus jambu tetap boleh dikonsumsi pasien DBD. Sebab, minuman tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama masa pemulihan.

Menurut dr Yudha, yang perlu diperhatikan adalah pasien tidak hanya mengandalkan jus sebagai satu-satunya asupan makanan maupun cairan.

"Untuk sekadar menutrisi dan menghidrasi boleh, tapi jangan memenuhi hidrasinya dengan jus doang. Artinya makanan yang lain juga tetap dimakan," katanya.

Dia menjelaskan pasien DBD tetap membutuhkan asupan gizi seimbang, terutama protein dan cairan yang cukup. Jika pasien hanya mengonsumsi jus dalam jumlah banyak tanpa makanan lain, kondisi tubuh justru bisa terganggu.

"Kalau (sakit) DBD dicekokin jus jambu terus, yang ada malah kembung dan malnutrisi karena tidak dapat protein,” ujarnya.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada jus buah juga bisa memicu gangguan pencernaan bila dikonsumsi berlebihan.

Dalam kesempatan itu, dr Yudha juga menyinggung soal buah naga merah yang kerap dikaitkan dengan pasien DBD. Menurut dia, beberapa dokter memang terkadang menyarankan pasien rawat inap untuk sementara menghindari buah naga merah.

Namun, larangan tersebut bukan karena buah naga memperburuk kondisi DBD atau menurunkan trombosit. Pigmen merah pada buah naga diketahui dapat membuat warna feses menjadi lebih gelap atau kehitaman.

Kondisi itu dikhawatirkan membuat pemantauan perdarahan saluran cerna menjadi bias, terutama bila pasien mengalami keluhan BAB hitam yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

"Tujuan dilarangnya bukan karena dia (buah naga) akan mengganggu atau memperparah kondisi DBD-nya, tapi karena saat pemantauan apakah ada perdarahan termasuk di saluran cerna jadi bias," ujar dr Yudha.

Karena itu, pasien DBD disarankan tetap fokus pada pola makan bergizi seimbang, cukup istirahat, memperbanyak minum air putih, serta rutin memantau kondisi kesehatan ke dokter.

Topik Menarik