Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan

Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan

Berita Utama | okezone | Rabu, 20 Mei 2026 - 09:17
share

YOGYAKARTA - Ruang demokrasi dan akses pendidikan dinilai menghadapi tantangan di tengah kuatnya pengaruh kepentingan politik dan ekonomi dalam kebijakan publik. Situasi tersebut dinilai menuntut keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tetap aktif menjaga ruang kritik dan mengawal arah kebijakan negara.

Forum Kebijakan Kita Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada, Selasa 19 Mei 2026, turut menyoroti kondisi tersebut melalui diskusi di Ruang Seminar Timur FISIPOL UGM. Kegiatan ini menghadirkan Founder Gunungkidul Menginspirasi Joko Susilo dan perwakilan Social Movement Institute Achmad Fauzan Mahdi.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari peluncuran Kebijakan Kita chapter Jogja yang difokuskan pada penguatan ruang dialog publik di lingkungan kampus.

"Kegiatan ini menjadi awal dari peresmian Kebijakan Kita chapter Jogja. Kolaborasi bersama kampus menjadi upaya kami untuk menghidupkan kembali ruang-ruang dialog kritis," tutur Direktur Eksekutif Kebijakan Kita, Imam Gazi, Rabu (20/5/2026).

 

Sementara itu, Founder Gunungkidul Menginspirasi Joko Susilo menilai, dunia pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika kebijakan, kepentingan ekonomi, dan arah pembangunan nasional.

“Dunia pendidikan hari ini bukan arena bebas nilai. Di sini semua saling bertarung antara nilai moral, kapital, dan kekuasaan,” ujar Joko.

 

Menurut dia, pendidikan seharusnya tetap menjadi barang publik yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa hambatan ekonomi. Karena itu, negara dinilai perlu hadir memastikan akses pendidikan berjalan lebih setara.

“Semua hal yang berhubungan dengan pendidikan idealnya menjadi barang publik dan harus disubsidi oleh negara agar seluruh proses pendidikan dapat diakses semua orang,” katanya.

Joko juga menilai perjuangan sosial dan kebijakan publik di Indonesia saat ini berlangsung melalui tiga jalur utama, yakni pertarungan wacana melalui ruang diskusi kritis, upaya judicial review di Mahkamah Konstitusi, serta demonstrasi di ruang publik yang kini menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, Joko mendorong penguatan ruang dialog lintas kelompok dan generasi guna memperkuat partisipasi publik.

“Perbanyak ruang tengah untuk mempertemukan berbagai kelompok dan generasi. Perbanyak dialog serta dorong perubahan secara struktural,” pungkasnya.
 

Topik Menarik