Trump Peringatkan Iran Segera Sepakati Perundingan Damai: Waktu Bergerak Cepat!

Trump Peringatkan Iran Segera Sepakati Perundingan Damai: Waktu Bergerak Cepat!

Terkini | inews | Selasa, 19 Mei 2026 - 00:04
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran untuk segera mencapai kesepakatan atau menghadapi kehancuran. Trump menyebut tak ada lagi yang akan tersisa dari Iran dari serangan AS berikutnya.

"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa. Waktu sangat penting! Presiden DJT," tulis Trump di media sosial Truth Social.

Ancaman itu disampaikan Trump, Minggu (17/5/2026) waktu Viginia, sehari setelah memimpin rapat keamanan nasional dihadiri Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan khusus Steve Witkoff.

Trump sebelumnya juga mengatakan kesabarannya terhadap Iran telah habis. Pernuayaan itu disampaikan setelah dirinya bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Dia frustrasi dengan sikap Iran yang terus memblokade Selat Hormuz hingga berdampak terhadap harga minyak global. 

Dalam beberapa hari terakhir, Trump tampak lebih serius mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran sebagai cara untuk memaksa mereka menyepakati perundingan.

Trump diperkirakan akan bertemu lagi dengan tim keamanan nasional AS untuk membahas opsi lanjutan terhadap Iran pada awal pekan ini.

Beberapa sumber pejabat AS mengatakan kepada CNN, Departemen Pertahanan (Pentagon) telah menyiapkan serangkaian rencana serangan ke Iran, jika Trump memutuskan untuk melanjutkan perang, termasuk fasilitas energi dan infrastruktur di Iran.

Selalin itu Trump juga telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara.itu Iran tak mengubah pendiriannya, sedikit pun. Tidak ada indikasi baru bahwa para pejabat tinggi Iran siap untuk mundur. 

Media Iran melaporkan pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, telah bertemu dengan para pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian. Pakistan merupakan mediator utama perundingan damai AS-Iran.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Iran mengatakan kehadiran AS di Timur Tengah menyebabkan ketidakstabilan di kawasan.

Pezeshkian mengatakan, AS dan Israel selalu berusaha untuk mengadu domba negara-negara Islam satu sama lain melalui proyek-proyek yang memecah belah.

AS dan Israel, kata dia, menumbuhkan rasa ketidakpercayaan di antara negara-negara Islam, bahkan di saat Iran berupaya menjalin hubungan yang tulus dan stabil berdasarkan hubungan bertetangga yang baik dengan negara-negara Islam di kawasan.

Topik Menarik