Jelang RDG Mei 2026, BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps

Jelang RDG Mei 2026, BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps

Terkini | idxchannel | Selasa, 19 Mei 2026 - 04:14
share

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) diproyeksi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu pekan ini, menurut mayoritas tipis ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Pelemahan rupiah dinilai sebagai alasan yang dapat mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan.

Melansir Reuters, rupiah sudah melemah sekitar 5 persen sejak konflik geopolitik AS-Israel versus Iran dimulai pada 28 Februari, meskipun Bank Indonesia rutin melakukan intervensi di pasar valuta asing. Hal ini mendorong para ekonom memperkirakan kebijakan yang lebih ketat.

Sebanyak 16 dari 29 ekonom yang disurvei pada periode 11–18 Mei memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,00 persen pada 20 Mei, dengan suku bunga fasilitas simpanan dan pinjaman overnight juga diperkirakan naik masing-masing 25 basis poin menjadi 4,00 persen dan 5,75 persen.

“Saya pikir alasan utama kenaikan suku bunga adalah depresiasi rupiah dalam sebulan terakhir,” kata Ekonom di Economist Intelligence Unit, Tay Qi Hang.

Qi Hang menilai depresiasi rupiah berkaitan dengan kurangnya kepercayaan pasar terhadap langkah-langkah yang diambil BI dan pemerintah Indonesia untuk melindungi rupiah. 

“Investor menilai langkah-langkah tersebut belum cukup,” ujarnya.

Meski demikian, hampir setengah ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.

“Bank Indonesia tampaknya semakin khawatir terhadap pelemahan rupiah, tetapi untuk saat ini kami menduga BI masih akan mengandalkan intervensi di pasar valas daripada menaikkan suku bunga,” kata Wakil Kepala Ekonom Pasar Berkembang di Capital Economics, Jason Tuvey.

Beberapa ekonom mengatakan kenaikan suku bunga, jika terjadi, bisa menjadi awal dari siklus pengetatan.

Merujuk pada rapat pekan ini, Ekonom senior ASEAN di OCBC Bank, Lavanya Venkateswaran, mengatakan inflasi belakangan ini relatif jinak, sehingga kenaikan suku bunga bisa dianggap sebagai langkah pre-emptive, namun tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan lanjutan.

Ke depan, proyeksi median dari 20 ekonom menunjukkan suku bunga acuan akan berakhir di level 5,00 persen pada akhir tahun, namun belum ada konsensus dan beberapa responden tidak memberikan proyeksi akhir tahun.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik