Kapan Saatnya Rotasi Ban, Spooring, dan Balancing? Ini Tandanya Jangan Diabaikan

Kapan Saatnya Rotasi Ban, Spooring, dan Balancing? Ini Tandanya Jangan Diabaikan

Otomotif | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 15:37
share

JAKARTA, iNews.id - Rotasi ban, spooring, dan balancing menjadi bagian penting dalam perawatan kendaraan yang sering diabaikan pemilik mobil. Padahal, ketiga hal tersebut berpengaruh besar terhadap kenyamanan, kestabilan, hingga keselamatan saat berkendara.

Jika tidak dilakukan secara rutin, ban bisa mengalami keausan tidak merata. Dampaknya bukan hanya membuat umur ban lebih pendek, tetapi juga membuat mobil terasa tidak nyaman dikendarai.

Dilansir dari di laman Mitsubishi, rotasi ban merupakan proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala. Tujuannya agar tingkat keausan setiap ban merata sehingga performa kendaraan tetap optimal.

Ban yang bekerja sebagai penggerak utama biasanya lebih cepat aus. Pada mobil berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD), ban depan menerima beban lebih besar karena bertugas menggerakkan mobil sekaligus mengatur arah kemudi dan membantu pengereman.

Sementara pada mobil Rear Wheel Drive (RWD), ban belakang lebih cepat aus karena menjadi sumber tenaga penggerak kendaraan. Kondisi tersebut membuat rotasi ban wajib dilakukan secara berkala.

Selain sistem penggerak, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga pengaturan keselarasan roda juga memengaruhi usia ban. Sebab itu, rotasi ban tidak boleh dilakukan sembarangan atau menunggu ban botak terlebih dahulu.

Umumnya, rotasi ban disarankan setiap 10.000 kilometer atau sekitar enam bulan sekali. Perawatan rutin, ban bisa bertahan lebih lama dan handling mobil tetap stabil.

Lalu bagaimana cara rotasi ban yang benar?

Pada mobil FWD, kedua ban depan dipindahkan ke belakang dengan posisi menyilang kiri dan kanan. Sedangkan ban belakang dipindahkan ke depan pada sisi yang sama.

Untuk mobil RWD, pola rotasinya berbeda. Ban belakang dipindahkan ke depan dengan posisi menyilang, sementara ban depan dipindahkan ke belakang tanpa bertukar sisi.

Sedangkan pada mobil AWD atau 4WD, seluruh ban ditukar posisi sekaligus menyilang. Ban depan dipindahkan ke belakang dengan bertukar sisi, begitu juga sebaliknya.

Selain rotasi ban, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan spooring dan balancing. Kedua proses ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kestabilan mobil saat melaju.

Spooring dilakukan untuk memastikan posisi roda tetap sejajar sesuai spesifikasi pabrikan. Jika sudut roda berubah, mobil bisa terasa tidak stabil dan ban cepat aus di salah satu sisi.

Ada beberapa tanda mobil membutuhkan spooring. Mulai dari setir terasa miring saat mobil melaju lurus, kendaraan cenderung menarik ke kanan atau kiri, hingga permukaan ban aus tidak merata.

Spooring idealnya dilakukan setiap 10.000 kilometer. Namun, pemeriksaan juga perlu dilakukan setelah mobil menghantam lubang besar, melewati jalan rusak, atau menabrak trotoar.

Sementara balancing bertujuan menjaga putaran roda tetap seimbang. Jika keseimbangan roda terganggu, setir biasanya akan bergetar terutama saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Tanda mobil membutuhkan balancing adalah muncul getaran pada setir, roda terasa bergoyang, atau kendaraan kurang stabil saat dipacu cepat.

Balancing sebaiknya dilakukan bersamaan dengan rotasi ban. Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan apabila muncul getaran yang tidak biasa pada roda atau setir.

Melakukan rotasi ban, spooring, dan balancing secara rutin bukan hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu meningkatkan usia pakai ban dan menjaga keamanan selama perjalanan.

Topik Menarik