AS Kehilangan 39 Pesawat Militer selama Perang Iran termasuk Jet Tempur Siluman F-35A

AS Kehilangan 39 Pesawat Militer selama Perang Iran termasuk Jet Tempur Siluman F-35A

Terkini | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 18:26
share

WASHINGTON, iNews.id - Sebanyak 39 pesawat militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan hancur dan rusak selama perang melawan Iran. Salah satu yang disebut terkena serangan yakni jet tempur canggih F-35A Lightning II yang dilaporkan tertembak saat berada di wilayah udara Iran.

Data mengejutkan itu diungkap anggota Senat AS dari Partai Demokrat, Ed Case, dalam sidang komite Senat pada Selasa (12/5/2026). 

Dia mengutip laporan publikasi pertahanan AS The War Zone terkait besarnya kerugian yang dialami militer AS selama perang hampir 40 hari melawan Iran.

Menurut laporan tersebut, selama periode 28 Februari hingga 7 April, sebanyak 39 pesawat militer AS hancur dan 10 lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Selain F-35A Lightning II, laporan juga menyebut pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry ikut hancur.

“Kita kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut sebuah laporan di The War Zone, dan itu laporan lama yang hampir berusia sebulan,” kata Case, kepada kepala anggaran Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Jay Hurst.

Case kemudian mempertanyakan apakah Pentagon sudah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki maupun mengganti seluruh pesawat yang rusak dan hancur tersebut.

Menanggapi pertanyaan itu, Hurst mengakui ada biaya besar yang harus disiapkan Pentagon. Namun dia belum bisa memastikan total anggaran yang diperlukan karena proses perhitungan kerusakan pesawat sangat kompleks.

“Ada biaya untuk itu, tapi saya ingin beri tahu Anda secara tertulis dan biaya spesifiknya, karena, seperti yang Anda bayangkan, perbaikan pesawat adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dihitung,” ujar Hurst.

Dia menambahkan, setiap pesawat harus menjalani diagnosis menyeluruh sebelum estimasi biaya perbaikan dapat ditentukan.

Laporan The War Zone juga mengungkap, Angkatan Udara AS melakukan hampir 13.000 penerbangan selama perang melawan Iran. Intensitas operasi udara yang sangat tinggi itu disebut menjadi salah satu faktor tingginya kerugian yang dialami militer AS.

Topik Menarik