Kecewa Vonis 10 Tahun, Keluarga Siswi SMP yang Dibunuh Kakak Kelas Duduki Polres Sikka
MAUMERE, iNews.id – Kekecewaan menyelimuti keluarga mendiang Stevania Trisanti Noni, siswi SMP korban pembunuhan oleh kakak kelasnya di Kabupaten Sikka, NTT. Usai sidang putusan di Pengadilan Negeri Maumere, Rabu (13/5/2026) pagi, keluarga korban memutuskan untuk berjalan kaki dan menduduki Mapolres Sikka.
Aksi ini dipicu oleh rasa tidak puas atas vonis hakim serta masih adanya barang bukti krusial yang hingga kini belum berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Maumere telah menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa anak, Fransiskus Rofinus Gewar. Putusan tersebut merupakan hukuman maksimal bagi pelaku anak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Namun, bagi keluarga korban, hukuman tersebut dinilai tidak sebanding dengan kekejian pelaku. Tangisan histeris pecah di ruang sidang begitu hakim membacakan vonis, yang memicu keluarga untuk langsung bergerak menuju Polres Sikka guna mencari keadilan lebih lanjut.
Tuntut Jari dan Baju Korban Dikembalikan
Fokus utama aksi keluarga di Polres Sikka adalah menuntut keseriusan polisi dalam mencari sisa barang bukti dan bagian tubuh korban yang hilang. Keluarga mendesak agar polisi segera menemukan baju, rambut, hingga potongan jari korban yang belum ditemukan sejak awal kasus bergulir.
"Kami meminta agar Polres Sikka mengembalikan barang bukti yang belum ditemukan. Kami ingin baju korban, jari, serta rambutnya ditemukan. Ini menyangkut keadilan bagi anak kami," ujar Eman, salah satu anggota keluarga korban di lokasi.
Hingga Rabu sore, keluarga korban dilaporkan masih menduduki area Mapolres Sikka. Mereka menegaskan tidak akan pulang sebelum ada titik terang mengenai pencarian barang bukti yang dimaksud.
Suasana di Mapolres sempat tegang saat ibu korban menangis tersedu-sedu memohon kepada aparat untuk menuntaskan pencarian bagian tubuh anaknya yang masih raib.
Menanggapi tuntutan tersebut, sejumlah aparat Polres Sikka dikabarkan telah kembali dikerahkan menuju lokasi kejadian guna melakukan penyisiran ulang. Polisi berupaya mencari sisa barang bukti untuk meredam amarah dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang tengah berduka mendalam.









