Dampak Kelangkaan Elpiji 12 Kg di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Layanan Makan Bergizi Gratis

Dampak Kelangkaan Elpiji 12 Kg di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Layanan Makan Bergizi Gratis

Nasional | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 13:28
share

KUPANG, iNews.id - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghentikan operasional sementara akibat kelangkaan gas elpiji 12 kilogram. Kondisi tersebut berdampak langsung pada layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hendrayudha mengatakan kelangkaan gas membuat sejumlah SPPG tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi makanan.

Penghentian operasional terjadi secara bertahap sejak 8 Mei 2026. Beberapa wilayah terdampak di antaranya Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu hingga Kabupaten Sumba Barat.

"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," ujar Dadang Hendrayudha di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Dadang, penghentian operasional pertama kali terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026. Sejumlah layanan penyedia makanan bergizi di daerah tersebut terpaksa berhenti karena stok gas elpiji tidak tersedia.

Situasi kemudian meluas pada 11 hingga 12 Mei 2026 ke sejumlah wilayah lain di NTT. Daerah yang ikut terdampak meliputi Kabupaten TTU, Kota Kupang, Kabupaten Belu dan Kabupaten Sumba Barat.

Kelangkaan elpiji 12 kg tersebut mengganggu aktivitas dapur produksi makanan yang menjadi bagian penting Program MBG. Sebagian besar SPPG di wilayah NTT diketahui masih mengandalkan elpiji 12 kilogram untuk kebutuhan operasional harian.

"Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," katanya.

Akibat kondisi tersebut, distribusi makanan bergizi di sejumlah wilayah mengalami hambatan. Operasional layanan baru dapat kembali normal apabila distribusi gas elpiji sudah tersedia secara memadai.

Badan Gizi Nasional saat ini terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi gas segera kembali normal.

BGN berharap pasokan elpiji 12 kilogram di wilayah NTT dapat segera terpenuhi sehingga operasional SPPG dan layanan Program Makan Bergizi Gratis bisa kembali berjalan optimal.

Topik Menarik