Tragis! Pencuri Mangga di Bontang Tewas Jatuh dari Pohon, Kepala Terbentur Beton
BONTANG, iNews.id – Nasib tragis menimpa seorang pria berinisial Ri di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Ri ditemukan tewas setelah terjatuh dari pohon mangga saat diduga hendak melakukan aksi pencurian pada malam hari.
Peristiwa yang viral di media sosial ini kini tengah ditangani serius oleh Polres Bontang. Polisi mendalami dua laporan sekaligus, yakni terkait penyebab kematian korban dan dugaan adanya aksi kekerasan massa di lokasi kejadian.
Kanit Pidum Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, Ri datang bersama rekannya berinisial M untuk mengambil mangga di halaman rumah warga. Namun, aksi mereka dipergoki oleh pemilik rumah.
Dalam kondisi panik, rekan korban langsung melarikan diri. Sementara Ri yang masih berada di atas pohon berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat.
"Yang di atas pohon melompat, tetapi pijakannya tidak kuat lalu jatuh ke belakang. Bagian belakang kepalanya diduga menghantam ujung fondasi beton yang lancip di dekat parit," ujar Ipda Markus dilansir dari iNews Bontang , Senin (11/5/2026).
Teriakan "maling" sempat memicu kerumunan warga di lokasi. Awalnya, warga fokus mengejar pelaku lain yang kabur. Korban Ri baru ditemukan beberapa saat kemudian setelah warga mendengar suara seperti orang mengorok dari area gelap di sekitar lokasi kejadian.
"Setelah disenter, ternyata ada orang tergeletak. Warga sempat ragu menolong karena khawatir memperparah kondisi korban dan segera menghubungi polisi," katanya.
Sekitar 10 menit kemudian, aparat kepolisian tiba dan mengevakuasi korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan warga. Namun sayang, nyawa Ri tidak tertolong.
Meski indikasi awal menunjukkan korban meninggal akibat kecelakaan saat terjatuh, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti laporan keluarga korban terkait dugaan pengeroyokan. Polisi telah melakukan prarekonstruksi untuk memastikan rangkaian kejadian secara detail.
"Kami lakukan prarekonstruksi agar seluruh rangkaian kejadian terlihat jelas. Kami juga akan memanggil dan memeriksa orang-orang yang terekam dalam video viral tersebut," kata Markus.
Hingga saat ini, empat orang saksi telah dimintai keterangan. Polisi membuka peluang penyelesaian melalui restorative justice jika ada kesepakatan antar pihak, namun tetap akan mempertimbangkan dampak sosial dari perkara tersebut. Area kejadian kini masih dalam pengawasan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.










