Komisi X DPR Desak Kemenpora Panggil PSSI: Kerusuhan Liga Indonesia Tak Boleh Terulang!
JAKARTA, iNews.id – Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meminta penjelasan terkait kerusuhan yang terus berulang di kompetisi sepak bola nasional.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyusul insiden kericuhan suporter yang kembali terjadi dalam pertandingan liga Indonesia.
Menurut dia, peristiwa semacam ini tidak hanya merusak citra sepak bola nasional, tetapi juga mencoreng nama Indonesia di mata dunia.
“Kami menginginkan Kemenpora memanggil PSSI untuk menanyakan kerusuhan-kerusuhan yang selalu terus terjadi dan berulang-ulang,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Lalu menyoroti kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe setelah suporter kecewa atas hasil yang diraih Persipura Jayapura.
Dia menilai aksi tersebut bertolak belakang dengan upaya pemerintah yang sedang membenahi tata kelola sepak bola Indonesia agar lebih profesional dan aman.
PSSI Diminta Beri Sanksi Tegas
Respons Bahagia Samuel Cipta dan Nabila Taqiyyah Tampil di SporTstive+: Jadi Pengalaman Baru
Lalu menegaskan PSSI harus mengambil langkah tegas terhadap klub yang terlibat dalam kerusuhan, termasuk menjatuhkan skorsing atau hukuman berat.
“PSSI harus mengambil tindakan tegas, entah skorsing atau memberikan hukuman yang tegas kepada klub yang melakukan kerusuhan,” tegasnya.
Dia menambahkan sportivitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pertandingan. Menurut dia, seluruh elemen sepak bola Indonesia memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kompetisi yang lebih baik.
“Sportivitas harus dijunjung tinggi. Kita harus segera berbenah karena cita-cita kita sama. Suporter dan seluruh masyarakat Indonesia menginginkan sepak bola kita lebih baik,” tuturnya.
Desakan Komisi X DPR ini menambah tekanan kepada PSSI untuk memperkuat pengawasan dan memastikan insiden kerusuhan tidak kembali mencoreng perjalanan sepak bola Indonesia.










