Pramono soal Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah: Saya Tak Mau Setengah-Setengah!
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan gerakan pemilahan sampah akan dimulai pada 10 Mei 2026. Ia mengaku tak mau setengah-setengah dalam menerapkan kebijakan tersebut.
Ia menegaskan pihaknya akan serius menggalakkan program ini agar bisa diikuti masyarakat. Sebab mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu, seperti popok sekali pakai, pembalut, tisu kotor, serta sampah campuran yang tidak bisa dipilah.
"Besok tanggal 10 itu adalah pencanangan gerakan dan saya gerakan ini nggak mau setengah-setengah," kata Pramono di Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).
Keseriusan menjalankan program tersebut ditunjukkan Pramono dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 tahun 2026 tentang Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Melalui aturan itu, seluruh wali kota dan bupati diminta ikut menyosialisasikan program tersebut kepada warganya.
"Sekarang ini Ingub-nya kan sudah saya tandatangani dan sudah disosialisasikan. Semua Walikota termasuk Bupati Pulau Seribu juga terlibat di dalam sosialisasi di wilayahnya masing-masing," ucap dia.
Ia menyampaikan, gerakan pemilahan sampah ini bukanlah sesuatu hal yang baru. Sebab program ini sebetulnya telah dijalankan oleh warga Jakarta Utara.
"Sebenarnya sudah kurang lebih tiga bulan ini di Rorotan, di Cilincing, kita juga sudah melakukan hal yang sama dan hasilnya cukup baik," kata dia.
Sementara itu, pembukaan kegiatan ini secara simbolis akan digelar di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.










